Teror bom

Carrefour Diteror Bom, Pengunjung Panik

Kompas.com - 24/11/2010, 20:22 WIB

KUTA, KOMPAS.com - Carrefour di Jalan Sunset Road, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Rabu mendapat teror ancaman bom melalui sms, sehingga membuat pengunjung sempat panik, lari berhamburan keluar gedung pusat retail terdiri beberapa lantai itu.

Pengunjung berhamburan keluar gedung dari tiga lantai pusat perbelanjaan dan lantai parkir kendaraan, saat petugas Polsek Kuta bersama Tim Gegana Polda Bali, melakukan penyisiran menyusul adanya ancaman bom tersebut sejak sekitar pukul 15.00 Wita.

Awalnya pengunjung yang masih berada di halaman gedung pertokoan tersebut terlebih dahulu berhamburan lari ke arah Jalan Sunset Road, saat aparat kepolisian datang melakukan penyisiran di seputar bangunan itu.

Kabar adanya ancaman teror bom yang segera menyebar, membuat para pengunjung di semua lantai segera menuju pintu keluar, sementara petugas terus melakukan penyisiran ke lantai pertama hingga lantai tiga pusat perbelanjaan.

Keributan dan kepanikan pengunjung yang berhamburan keluar dari kompleks pusat perbelanjaan itu, juga diwarnai hiruk-pikuk pembawa kendaraan yang juga bergegas untuk pergi.

Namun aparat kepolisian yang terus melakukan penyisiran di seluruh gedung, tak menemukan benda mencurigakan sesuai bunyi pesan singkat atau sms dari peneror.

Berdasarkan informasi dari sumber polisi di lapangan, teror bom itu pertama kali diketahui setelah ada seseorang yang tidak dikenal mengirimkan sms dengan bunyi, awas ada bom, ke nomor pelayanan pengaduan Carrefour Rabu pagi.

"Si peneror itu mengirim sms pukul 06.05 Wita, namun baru diketahui oleh pihak Carreffour pukul 14.15," kata salah seorang petugas kepolisian.

Pesan ancaman bom itu pertama kali diketahui oleh Amsar Aiba Hamid (33), yang bertugas di divisi manajer, namun pesan itu baru diketahui/dibaca sekian jam kemudian.

Setelah mengetahui ada sms ancaman bom yang dikirim sejak pagi itu, pihak Carrefour kemudian melaporkan hal tersebut ke Polsek Kuta. Tim Gegana Polda Bali yang dikontak, segera tiba di lokasi.

"Tim gegana melakukan penyisiran dari dalam sampai keluar areal pusat perbelanjaan. Dari lantai satu sampai tiga, tetapi kami tidak menemukan benda mencurigakan," ujar seorang anggota tim.

Dikatakan, pihaknya sudah mengantongi nomor telepon seluler yang mengirimkan teror itu dan tengah dilacak. "Nomor telepon seluler si peneror itu adalah 082166430757," imbuhnya.

Namun sayangnya, beberapa kali dihubungi nomor tersebut tidak aktif. "Nomornya sudah tidak aktif. Untuk penyelidikan lebih lanjut kami akan meminta bantuan tim ciber crime Polda Bali guna melacak siapa sejatinya pemilik nomor HP itu," ucap petugas.

Belum berhasil diperoleh keterangan dari Kapolsek Kuta AKP Gede Ganefo. Sementara Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar juga masih mengikuti kunjungan Kapolda ke Jembrana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau