LONDON, Kompas.com - Roger Federer memberikan sinyal waspada kepada para lawannya yang sedang bertarung di ATP World Tour Finals. Superstar asal Swiss ini sudah menunjukkannya lewat dua kemenangan impresif di turnamen akhir tahun tersebut, yang berlangsung di O2 Arena, London.
Pemain nomor dua dunia tersebut membukanya lewat kemenangan dua set langsung atas petenis Spanyol David Ferrer. Setelah itu, peraih 16 gelar grand slam tersebut melanjutkannya dengan menundukkan salah satu rival terberatnya, yang juga pemain andalan tuan rumah, Andy Murray, dengan 6-4, 6-2, Selasa (23/11/10).
Kemenangan tersebut menjadi indikasi yang sangat kuat, bahwa Federer punya determinasi yang tinggi untuk mengakhiri rangkaian hasil buruk sepanjang tahun 2010. Pasalnya, selama musim ini performa petenis berusia 29 tahun tersebut tak terlalu bagus, sehingga dia gagal mempertahankan gelar di dua turnamen paling bergengsi, Perancis Terbuka dan Wimbledon. Ini pula membuat posisinya sebagai pemain nomor satu dunia bisa direbut Rafael Nadal.
Namun Federer tak patah arang. Pemain, yang sedang mengincar gelar kelima ATP World Tour Finals tersebut terus berusaha meningkatkan permainan, dan tampaknya ambisinya tersebut bisa terwujud.
"Saya terus berharap kepada diri sendiri agar terus tampil yang terbaik di event-event terbesar di mana saya berusaha mencapai puncak. Itu termasuk World Tour Finals," ujar Federer.
"Saya sudah memperlihatkannya banyak kali pada akhir tahun sepanjang karierku. Ini untuk kesembilan kalinya saya lolos dan saya menemukan tenaga tambahan pada akhir tahun, ketika menjalani sebuah musim panjang.
"Saya juga sukses, meraih empat kemenangan. Itulah sesuatu yang sudah saya perbuat. Sejauh ini saya menyimpan energi, saya hanya bermain dua set di setiap pertandingan. Saya berharap, jika saya maju ke semifinal, maka saya tetap segar dan benar-benar siap."
Ketika melawan Murray, Federer tampil sangat mengesankan. Dia pun mengakhiri dua kemenangan terakhir Murray atas dirinya, sekaligus melapangkan jalannya menuju babak empat besar ATP World Tour Finals ini.
"Saya terkejut bisa mengalahkan Andy di sini, karena melawannya di London, yang merupakan tempat sulit, tentu saja perlu melewati permainan yang keras," ujar Federer.
"Saya tidak yakin dia memainkan permainan terbaiknya. Dia membuat beberapa kesalahan. Saya terkejut dengan rangkaian kesalahan yang dibuatnya pada awal pertandingan."
Bagi Murray, dengan kekalahan tersebut maka dia tidak punya pilihan ketika melakoni laga terakhir penyisihan Grup B, Kamis (25/11/10), melawan Ferrer. Jika kalah, maka pupuslah harapannya untuk meraih gelar di depan publik sendiri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang