Berdych Redam Roddick

Kompas.com - 25/11/2010, 04:32 WIB

London, Kompas - Debutan ATP World Tour Finals Tomas Berdych mencatatkan kemenangan pertama di turnamen ini setelah mengalahkan Andy Roddick, 7-5, 6-4, pada pertandingan di O2 Arena, London, Rabu (24/11). Sukses Berdych meredam Roddick berkat kemampuannya meredam servis keras petenis Amerika Serikat tersebut.

Menjalani laga kedua di O2 Arena setelah kekalahan melawan Rafael Nadal membuat Roddick tampil lebih agresif. Namun, servisnya justru buruk. Berdych sendiri tampil tenang dan lebih banyak menekan Roddick dengan penempatan bolanya ke sudut lapangan. Kekalahan cukup telak melawan Novak Djokovic di laga pertama membuatnya semakin sabar bermain dan berani melakukan reli sebelum mendapatkan celah meraih poin.

Setelah masing- masing mempertahankan servis gim, Berdych menerobos kebuntuan dengan mematahkan servis Riddick di gim ke-11, dan menutup set pertama, 7-5.

Berada di atas angin serta disaksikan kekasihnya yang juga petenis Ceko, Lucie Safarofa, Berdych mempertahankan momentum dengan tetap bermain akurat. Adapun Roddick makin putus asa setelah servis kerasnya terus bisa diredam lawan. Berdych kembali dua kali mematahkan servis Roddick sebelum mengakhiri laga set kedua dengan skor 6-3.

Kemenangan atas Roddick bukan saja menghidupkan peluang Berdych ke semifinal, melainkan sekaligus memberikan catatan khusus pada penampilan perdananya di ATP Finals. Berdych masih harus berjuang melawan Nadal untuk menentukan nasibnya di semifinal, sambil berharap Djokovic tumbang di tangan Nadal pada laga Rabu malam, atau Kamis dini hari WIB.

Buka peluang

Semifinalis tahun lalu, Robin Soderling, menghidupkan peluang ke semifinal melalui kemenangan ketat atas David Ferer, 7-5, 7-5. Setelah kalah pada laga pertama dari Andy Murray, Soderling kembali mendapat perlawanan sengit dari Ferrer yang juga memainkan laga ”harus menang” setelah sebelumnya menyerah pada Roger Federer.

Pukulan forehand menyilang yang menjadi kekuatan utama Soderling, menghunjam ke sisi pertahanan Ferrer. Penampilan Ferrer sebenarnya lebih baik dibandingkan saat melawan Federer.

Pada set kedua, Soderling tampak hanya selangkah lagi untuk memenangi laga saat dia melakukan servis pada kedudukan unggul 5-3. Pada saat kritis ini, daya juang Ferrer meningkat lagi, dan menekan Soderling bertahan di garis belakang. Di gim inilah Ferrer berhasil memperpanjang napas setelah mematahkan servis Soderling, untuk kembali mempertahankan servis di gim berikutnya dan membuat imbang.

Gim ke-12 kemudian menjadi kunci kemenangan Soderling setelah petenis yang tinggal di Tibro, Swedia, itu kembali menjebol pertahanan ketat Ferrer sebelum mengakhiri set kedua, juga dengan 7-5.

Ketatnya laga melawan Ferrer, menurut Soderling, membuat pertandingan sangat melelahkan. ”Beruntung saya melakukan servis dengan baik di set pertama. Akan tetapi, ini sungguh laga yang berat dan ketat. Saya merasa, seharusnya banyak kemajuan yang bisa saya capai setelah melewati pertandingan ini,” ujar Soderling.

Dengan kemenangan ini, Soderling akan menentukan nasibnya melawan Federer yang praktis sudah lolos ke semifinal. Meski kecil, peluang Ferrer di turnamen tutup tahun ini, dengan catatan harus menang melawan Andy Murray, sembari berharap Federer mengalahkan Soderling.

Tentang peluangnya melawan Federer pada laga akhir round robin, Soderling mengatakan, melawan petenis Swiss itu tidak pernah ada kata mudah. ”Dia pemain nomor dua dunia dan sejauh ini memainkan dua laga yang sulit dipercaya,” ujar Soderling yang dikalahkan Federer pada final Perancis Terbuka 2009. ”Saya butuh servis dan pengembalian servis yang sempurna serta lebih agresif. Tanpa itu, jangan pernah membayangkan menang melawan Federer,” lanjutnya.

(Anton Sanjoyo dari London)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau