MILAN, KOMPAS.com - Pelatih Rafael Benitez menilai Inter Milan menunjukkan kesatuan solid menyelesaikan krisis seperti terlihat saat menggasak FC Twente 1-0, pada lanjutan fase grup Liga Champions, Rabu (24/11/2010).
Inter menghadapi Twente berbekal rekor tak pernah menang dalam lima laga terakhir. Menghadapi Twente, Inter hampir memperpanjang rekor itu. Selain kesulitan mencetak gol, mereka juga beberapa kali terancam kebobolan.
Namun, Inter tak menunjukkan sikap menyerah dan akhirnya mendulang keunggulan berkat gol Esteban Cambisasso pada menit ke-54 dan tak berhenti sampai di situ. Selain keluar dari krisis, Cambiasso membebaskan Benitez dari tekanan.
"Selalu penting meraih kemenangan. Bila pelatih mendapat masalah, tim dan klub juga mengalami masalah. Bila pelatih memiliki masalah, tim dan klub juga memiliki masalah," ujar Benitez.
"Malam ini, kita melihat tim yang ingin menang dan setelah gol Esteban Cambiasso, kami mencari gol kedua. Itu adalah karakter yang ingin saya lihat. Pada babak pertama, kami mendapatkan sejumlah peluang, kemudian Twente melakukan serangan balik berbahaya. Kami bekerja lebih baik usai turun minum," tambahnya.
Berkat kemenangan itu, Inter memastikan diri masuk 16 besar. Dengan satu laga tersisa, mereka berada di posisi kedua klasemen Grup A dengan sepuluh poin, atau unggul lima angka dari Twente di tempat ketiga. (FBI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang