SEOUL, KOMPAS.com — Korea Utara, Kamis (25/11/2010), mengancam akan melakukan gelombang serangan baru terhadap Korea Selatan dan menimpakan kesalahan kepada Amerika Serikat untuk serangan artileri yang menewaskan empat warga Korsel, Selasa lalu.
"AS tak bisa menghindari tanggung jawab atas bentrokan artileri pada hari Selasa," kata delegasi Korea Utara (Korut) di desa gencatan senjata perbatasan Panmunjom dalam sebuah pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi Korut, KCNA.
Pernyataan itu menambahkan bahwa negara komunis itu akan melancarkan serangan kuat pembalasan fisik kedua dan ketiga tanpa ragu-ragu jika diprovokasi. Ancaman terakhir itu muncul setelah Korea Selatan (Korsel) dan AS sepakat dalam pekan ini untuk memobilisasi sebuah kapal induk untuk ikut ambil bagian dalam latihan perang angkatan laut selama empat hari yang akan dimulai hari Minggu di Laut Kuning.
Kapal induk USS George Washington akan bergabung dengan kapal-kapal perang Korsel dalam latihan perang mulai tanggal 28 November sampai 1 Desember, kata Pasukan AS Korea (USFK) dalam sebuah pernyataan. USFK mengatakan, latihan itu telah direncanakan sebelum serangan artileri Korut, Selasa, tetapi itu menunjukkan komitmen AS pada stabilitas regional melalui tindakan pencegahan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang