AJI Terus Selidiki Saham Wartawan

Kompas.com - 25/11/2010, 14:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Aliansi Jurnalis Independen atau AJI akan terus mencari kepastian mengenai empat orang wartawan yang diduga membeli saham perdana PT Krakatau Steel. Ketua Umum AJI Nezar Patria mengatakan, pihaknya akan meninjau ulang pengakuan seorang wartawan yang mengaku tidak pernah membeli saham PT Krakatau Steel.

"Kita coba cari informasi yang lebih detail ya tentang laporan itu. Ada satu nama yang dari empat harus ditinjau ulang apakah beli atau tidak. Menurut pengakuan yang bersangkutan, dia tidak membeli," ujar Nezar dalam jumpa pers AJI seusai menemui Kepala Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan Fuad Rachmani, Jakarta, Kamis (25/11/2010). "Ada tiga nama, satu sudah mundur, dua lagi kita belum tahu," tambah Nezar.

Nezar juga mengatakan, AJI akan terus mengawal persoalan tersebut sehingga dugaan pembelian saham oleh sejumlah wartawan benar-benar diverifikasi hingga tuntas. Hari ini, AJI bertemu dengan Bapepam untuk mengklarifikasi kebenaran pembelian saham oleh empat wartawan dari instansi media yang berbeda itu. Namun, kata Nezar, Bapepam tidak dapat memberi keterangan terkait siapa saja yang membeli saham PT KS karena Bapepam terbentur Undang-Undang Pasar Modal yang melarang hal tersebut.

"Menurut Bapepam, juga sulit melacak nama-nama seperti ini dan bisa jadi mereka membeli nama tidak pakai namanya sendiri," kata Nezar. Kepastian mengenai pembelian saham PT KS oleh wartawan patut dicari. Karena seorang wartawan yang aktif meliput di pasar modal dikatakan melanggar kode etik jurnalistik jika terbukti membeli saham.

Sebelumnya, Henny Lestari, Direktur Utama Kitacomm, selaku PR Konsultan PT Krakatau Steel, melaporkan sejumlah wartawan ke Dewan Pers atas tuduhan meminta privilage atau kemudahan untuk membeli saham PT KS dalam penawaran perdananya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau