Bantuan bagi pengungsi

DKK Bekali Pengungsi yang Pulang

Kompas.com - 25/11/2010, 14:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Sejak beberapa hari terakhir, tim Dana Kemanusiaan Kompas mengirimkan paket barang kebutuhan pokok bagi para pengungsi korban letusan Merapi yang sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Bantuan yang dihimpun dari pembaca Kompas maupun sejumlah lembaga, termasuk anak-anak sekolah, itu diberikan hampir di semua daerah yang terkena dampak letusan Merapi, di Sleman, Klaten, dan Magelang.

Ketua Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas M Nasir di Jakarta, Kamis (25/11/2010), menyatakan, pemberian paket bahan pokok itu dilandasi kenyataan bahwa ketika para pengungsi kembali, mereka sudah tidak punya apa-apa lagi. "Paket itu setidaknya bisa digunakan untuk makan sekeluarga beberapa hari," kata Nasir.

Bantuan dikirim melalui RT setempat untuk selanjutnya didistribusikan ke masing-masing keluarga. "Tapi ada juga yang langsung diserahkan kepada keluarga," tambah Nasir.

Sampai saat ini, kata Nasir, DKK sudah membagikan paket bahan pokok senilai Rp 200 juta, yang merupakan sisa alokasi dana dapur umum yang kini sudah ditutup. Ke depan, DKK masih akan terus membagikan bantuan dari para pembaca Kompas dalam berbagai bentuk pada periode rehabilitasi.

Saat ini, misalnya, tim DKK masih melakukan studi untuk rehabilitasi sarana air bersih di tiga desa di Sleman.

Sejak letusan Merapi, tim DKK juga sudah mendirikan dapur umum di Bentara Budaya Yogyakarta dan memasok ke sejumlah lokasi pengungsian. Selain itu, berbagai bantuan berupa pakaian, alas tidur, dan perlengkapan lain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau