SURABAYA, KOMPAS.com--Sebanyak 45 seniman Jawa Timur pamer lukisan "Cinta Tanah Air" di Balai Pemuda Surabaya.
Tak kurang sejumlah 80 hingga 100 lukisan yang menggambarkan kekayaan alam dan tradisi bangsa Indonesia tersebut, digelar selama dua hari, 24-25 November 2010.
"Kami menggelar pameran lukisan dengan harapan bisa menggugah dan membangkitkan semangat untuk kembali cinta tradisi bangsa kita," ujar salah satu pelukis, Amdo di sela pameran lukisan, Kamis.
Seniman berambut ikal gondrong itu mengaku, tema yang diusung dari para pelukis lebih bernuansakan kecintaan pada Tanah Air. Bahkan, keindahan warna dan sentuhan makna yang tersimpan tampak menonjol dari tiap lukisan.
Pelukis kelahiran Sidoarjo, Jatim, 50 tahun lalu tersebut, juga mengungkapkan, pagelaran lukisan sebagai upaya balik menangkal derasnya teknologi yang meminggirkan lukisan berkarakter.
Kendati demikian, Amdo berkeyakinan jika lukisan berkarakter dengan sentuhan cat kanvas masih mampu bersaing hingga kapan pun.
"Makanya itu, kami melalui pameran lukisan bertema ’Keragaman dalam Kebersamaan’ akan menjadi penengah dan penetralisair segala budaya yang mulai kabarat-baratan," paparnya.
Sementara, Panitia Penyelenggara, Edi Setiawan menjelaskan, pihaknya menggelar lukisan ragam budaya dari Indonesia. Meski tidak seluruh budaya, namun tampilan keragaman dan kebersamaan semakin membuat suasana semakin berbeda.
"Selain lukisan, kami juga mendatangkan langsung musik lesung dari Magetan untuk memeragakan bentuk budaya khas Jawa," tutur Edi yang juga Wakil Ketua Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI) menambahkan.
Menurut dia, pihaknya juga menampilkan tarian barongsai, macopat, teatrikal dan tari-tarian Jawa lainnya, semacam tari Gambyong dari Jawa Tengah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang