Seniman Pamer Lukisan "Cinta Tanah Air"

Kompas.com - 26/11/2010, 09:43 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com--Sebanyak 45 seniman Jawa Timur pamer lukisan "Cinta Tanah Air" di Balai Pemuda Surabaya.

Tak kurang sejumlah 80 hingga 100 lukisan yang menggambarkan kekayaan alam dan tradisi bangsa Indonesia tersebut, digelar selama dua hari, 24-25 November 2010.

"Kami menggelar pameran lukisan dengan harapan bisa menggugah dan membangkitkan semangat untuk kembali cinta tradisi bangsa kita," ujar salah satu pelukis, Amdo di sela pameran lukisan, Kamis.

Seniman berambut ikal gondrong itu mengaku, tema yang diusung dari para pelukis lebih bernuansakan kecintaan pada Tanah Air. Bahkan, keindahan warna dan sentuhan makna yang tersimpan tampak menonjol dari tiap lukisan.

Pelukis kelahiran Sidoarjo, Jatim, 50 tahun lalu tersebut, juga mengungkapkan, pagelaran lukisan sebagai upaya balik menangkal derasnya teknologi yang meminggirkan lukisan berkarakter.

Kendati demikian, Amdo berkeyakinan jika lukisan berkarakter dengan sentuhan cat kanvas masih mampu bersaing hingga kapan pun.

"Makanya itu, kami melalui pameran lukisan bertema ’Keragaman dalam Kebersamaan’ akan menjadi penengah dan penetralisair segala budaya yang mulai kabarat-baratan," paparnya.

Sementara, Panitia Penyelenggara, Edi Setiawan menjelaskan, pihaknya menggelar lukisan ragam budaya dari Indonesia. Meski tidak seluruh budaya, namun tampilan keragaman dan kebersamaan semakin membuat suasana semakin berbeda.

"Selain lukisan, kami juga mendatangkan langsung musik lesung dari Magetan untuk memeragakan bentuk budaya khas Jawa," tutur Edi yang juga Wakil Ketua Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTAI) menambahkan.

Menurut dia, pihaknya juga menampilkan tarian barongsai, macopat, teatrikal dan tari-tarian Jawa lainnya, semacam tari Gambyong dari Jawa Tengah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau