Krakatau steel

Mustafa Akui IPO KS Kurang Transparan

Kompas.com - 26/11/2010, 11:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengakui komunikasi publik dalam proses penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT Krakatau Steel memang kurang baik. Menurutnya, komunikasi yang dibangun antara pemerintah, PT Krakatau Steel dan publik memang minim.

"Kami memang menyadari kurangnya komunikasi publik mengenai IPO KS. Ini akan kami jadikan pembelajaran publik. Kami terima sebagai saran yang konstruktif untuk IPO ke depan," ungkapnya dalam Dialog Interaktif DPD bertajuk 'Mau Dibawa ke Mana BUMN Kita?', Jumat (26/11/2010).

Namun, Mustafa memastikan tidak ada 'penjualan' BUMN seperti yang diduga publik selama ini. Mayoritas saham PT Krakatau Steel masih dipegang oleh pemerintah. Hanya sekitar 20 persen yang dilepas ke publik. Karena itu, jika nilai saham PT Krakatau Steel naik maka nilai asetnya pun akan turut membumbung tinggi.

Menurutnya, harga yang sudah ditetapkan di angka Rp 850 sudah sesuai dengan harga pasar. Penetapan harga pun sudah disesuaikan dengan hasil kajian dan analisa. Karena itu, Mustafa mengaku siap mempertanggungjawabkannya.

"Ini harga yang pas mnurut hasil kajian dan analisa. Waktu itu, kami coba minta naik Rp 900. Tapi sebagian calon investor mau mundur kalau dinaikkan ke Rp 900, apalagi Rp 1.000. Mereka mematok harga itu atas data analisa. Harga Rp 850 itu harga yang paling tepat," katanya kemudian.

Sebelumnya, pengamat LIPI Wijaya Adi mengatakan, proses IPO PT Krakatau Steel memang dinilai kurang transparan sejak awal.

"Tahu-tahu diekspos saja Rp 850. Masa lebih murah. Gonjang-ganjing seperti ini itu tidak akan terlalu dominan kalau dari awal dijelaskan. Masalahnya di komunikasi. Menteri BUMN kan tidak menjelaskan dari awal. Saya pun berpikir jangan-jangan ada apa-apa," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau