JAKARTA, KOMPAS.com — Hubungan Partai PDI-P dengan Partai Demokrat diakui tampak semakin mesra. Ketua DPP PDI-P Bidang Pemenangan Pemilu dan Hubungan Kelembagaan Puan Maharani mengisyaratkan hal tersebut.
"Namanya juga pacaran, makin lama makin mesralah," kata Puan seusai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional PDI-P di Kantor DPP PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (26/11/2010).
Meskipun mengaku makin mesra, PDI-P, kata Puan, tetap tidak tertarik masuk ke dalam pemerintahan. PDI-P tetap berkomitmen pada posisinya sebagai partai oposisi.
"Sudah jelas kami tidak akan masuk ke pemerintahan, tetapi bagaimana membangun bangsa ini bersama-sama boleh saja kami membantu. Tetapi, bukan berarti harus masuk ke pemerintahan," katanya.
Jika ada kader PDI-P yang berkeinginan gabung koalisi, Puan meminta kader tersebut agar tidak membawa nama partai.
"Kami, kan ada mekanisme, kalau mau karena keinginan pribadi, ya jangan bawa nama partai ini. Kami ada mekanisme yang harus diikuti setiap kader, tidak maunya sendiri," ujar Puan.
Hal senada disampaikan Sekjen DPP PDI-P Tjahjo Kumolo dalam rakornas. Dia mengatakan, posisi PDI-P tetap pada sudut oposisi, lawan pemerintah. PDI-P, katanya, mengambil posisi sebagai pengontrol dan penyeimbang pemerintah agar keputusan politik pemerintah dapat berjalan baik.
"PDI-P punya komitmen tidak ingin jadi bagian dari pemerintahan ini. Orientasinya meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendorong pemerintah pusat dan daerah," tukasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang