Kenapa Orang Kaya Enggak Sensitif?

Kompas.com - 26/11/2010, 15:43 WIB

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Hasil penelian menunjukkan, mereka yang berstatus sosial lebih tinggi cenderung mengalami kesulitan dalam memahami emosi seseorang dibanding mereka yang berstatus sosial lebih rendah.

Tiga  ilmuwan yakni Michael W. Kraus dari University of California-San Francisco, Stephane Cote dari Universitas Toronto dan Dacher Keltner dari Universitas California-Berkeley menyatakan, orang kaya -- yang memiliki kesempatan lebih baik dalam hal pendidikan, keuangan  dan pekerjaan -- cenderung tidak punya kemampuan yang baik dalam memahami dan merasakan emosi orang lain.

Para ahli  berspekulasi, hal ini terjadi karena mereka yang bertatus sosial lebih tinggi merasa dirinya tidak punya ketergantungan terhadap orang di sekitarnya.

Kesimpulan itu diambil para ahli setelah melakukan sebuah eksperimen dengan melibatkan relawan universitas. Beberapa relawan di antaranya adalah lulusan dari perguruan tinggi dan beberapa lainnya bukan. Dalam eksperimen ini, peneliti menggunakan tingkat pendidikan sebagai indikator kelas sosial.

Dalam eksperimen, para relawan diinstruksikan melihat beberapa gambar wajah dan menentukan emosi yang ditunjukkan dari setiap gambar. Relawan dari kalangan berpendidikan tinggi ternyata lebih lama dalam membaca emosi dibanding relawan dengan pendidikan lebih rendah.

Dalam eksperimen lain, mahasiswa dengan status sosial lebih tinggi -- yang ditentukan dari laporan mahasiwa terhadap persepsi mengenai status sosial ekonomi mereka -- mengalami kesulitan dala membaca secara akurat emosi orang lain saat wawancara kerja secara berkelompok.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau