PADANG, KOMPAS.com - Satu dari dua orang korban tsunami terjadi di Kabupaten Kepulauan Mentawai mengalami gizi buruk dan dirujuk ke Rumah Sakit M.Jamil Padang.
"Korban yang mengalami gizi buruk yakni, Gregorius (3) warga Desa Malakopak, Kabupaten Kepuluan Mentawai," kata Humas Rumah Sakit M.Jamil Padang, Gustafianof, di Padang, Jumat (26/11/2010).
Menurutnya, satu orang lagi bernama Lorenza (10) warga Desa Malakokap, Kecamatan Padang Selatan Kabupaten Mentawai, mengalami diare dan demam serta muntah-muntah.
"Dua korban tsunami ini dirujuk ke Rumah Sakit M.Jamil Padang pada Senin, didampingi tim dokter dari Sikakap, Kabupaten Mentawai," katanya.
Saat ini dua orang korban tsunami berada dbagian Anak rumah Sakit M.Jamil untuk mendapatkan perawatan secara intensif.
"Sekarang ini pihak rumah sakit sedang melakukan pemeriksaan secara intensif oleh dokter di ruang Anak terhadap korban tsunami tersebut," katanya.
Satu orang korban tsunami yang dirawat Rumah Sakit M.Jamil Padang diizinkan pulang kesehatannya sudah sembuh.
"Pasien yang akan diizinkan pulang yakni Mariyus (41) kesehatannya sudah sembuh," katanya.
Pihak rumah sakit M. Jamil Padang, mau memboleh pasien pulang setelah mendapatkan diizinkan dari Dinas Kesehatan.
"Saat ini rumah sakit M.Jamil Padang merawat 14 orang korban tsunami yang terjadi di Kabupaten Mentawai," katanya.
Tempat terpisah, Direktur Umum, SDM dan Pendidikan RSUP M Djamil Padang, Irayanti, mengatakan, pihaknya berupaya memberi penanganan khusus bagi pasien yang mengalami gizi buruk.
"Berat badan Gregorius sekitar 6 Kg. Padahal anak seumur itu berat idealnya sudah 10 Kg dan berjalan pun dia belum bisa," katanya.
Dia menambahkan, disamping itu kaki Gregorius terlihat kecil dan perut sedikit membesar, gejala yang ia miliki memang pertanda gizi buruk.
"Kita akan rawat khusus Gregorius di rumah sakit M. Jamil Padang, korban tsunami yang menderita gizi buruk tersebut," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang