Jakarta, kompas
”Langkah ini salah satu dari sekian upaya DKI untuk mengurai kemacetan. Ditargetkan pertengahan 2012 proyek ini rampung,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo, Jumat (26/11).
Ery mengakui, pasti akan terjadi peningkatan kepadatan lalu lintas di sekitar proyek pembangunan jalan layang. Namun, Ery meminta warga memahami, selalu ada dampak sampingan dari satu proyek yang berlangsung di lokasi padat.
Pemprov DKI Jakarta juga memaparkan informasi detail terkait pembangunan dua jalan layang tersebut dengan tujuan masyarakat mengetahui proses pengerjaan proyek. Detail perencanaan waktu pengerjaan proyek selama 630 hari atau 19,5 bulan. Informasi ini diharapkan memberi gambaran kepada masyarakat, bagaimana kondisi lalu lintas di Antasari dan Casablanca selama lebih kurang satu setengah tahun ke depan.
”Kemacetan terparah karena pembangunan jalan layang kemungkinan terjadi di delapan bulan pertama 2011. Saat itu pengerjaan fondasi dan pemasangan tiang,” kata Ery.
Panjang jalan layang Antasari 4,8 kilometer dengan lebar 8,75 meter untuk satu jalur. Total lebar jalan untuk dua jalur menjadi 17,5 meter dengan ketinggian 10 meter dari jalan yang telah ada.
Jenis konstruksi jalan layan adalah dengan fondasi bored pile, pier beton, portal beton, dan box girder segmental. Setelah pembangunan fisik selesai, kontraktor berkewajiban memelihara jalan layang selama 180 hari.
Rute jalan layang baru di Antasari dari arah selatan ke utara, masuk Jalan Antasari menuju Brawijaya, Prapanca, turun ke Wijaya I, dekat Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Sementara rute utara ke selatan, masuk dari Lapangan Mabak Blok M menuju Jalan Iskandarsyah, Prapanca, Brawijaya, dan turun di Jalan Pangeran Antasari.
Adapun pembangunan jalan layang Casablanca direncanakan membentang sepanjang 2,3 kilometer. Pada tahap awal baru dibangun 1,8 kilometer jalan layang. Rute jalur tahap 1 ini dari Jalan Prof Dr Satrio hingga Jalan KH Mas Mansyur. Jalur tahap 2 Kampung Melayu dan Tanah Abang sepanjang 5 kilometer baru dalam proses tender.
Jalan layang Casablanca akan lebih tinggi dari jalan layang Antasari. Jalan layang ini akan berada di ketinggian 12 meter di atas tanah. Khusus ruas jalan di atas terowongan Casablanca akan dinaikkan lagi hingga ketinggian 20 meter di atas tanah karena adanya tiang-tiang monorel.
Ery mengatakan, dibutuhkan total dana Rp 1,28 triliun untuk mengerjakan kedua proyek jalan layang itu. Jalan layang Antasari memerlukan anggaran Rp 737 miliar.
Dalam pembangunan dua proyek jalan layang itu, Pemprov DKI Jakarta menggandeng delapan pengembang melalui proses tender. Lima pengembang mengerjakan jalan layang Antasari dan tiga pengembang untuk jalan layang Casablanca.
Menurut Ery, pembangunan jalan baru ini juga memerhatikan faktor lingkungan, terutama untuk pengendalian banjir. Di jalan layang Casablanca hingga Jalan Prof Dr Satrio akan dibuat sumur resapan.