SERANG,KOMPAS.com - Panel solar sismometer yang berada di Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau (GAK), kembali berfungsi, setelah beberapa hari mengalami kerusakan. "Mulai kemarin (26/11/2010) panel solar itu kembali berfungsi, sehingga Sismometer bisa kembali mencatat aktvitas kegempaan yang terjadi di GAK," kata Kepala Pos Pemantau GAK Anton S Pambudi di Cinangka Kabupaten Serang, Sabtu (27/11/2010).
Ia juga menjelaskan, setelah berfungsi kembali sismometer bisa mencatat aktivitas kegempaan di GAK selama 80 menit pada 26 November 2010, sebanyak 31 kali.
Anton juga menyatakan, kerusakan panel solar sismometer karena tertutup debu yang keluar dari GAK.
Akibat kerusakan panel solar itu, sismometer tidak bisa berfungsi, sehingga sulit mendeteksi aktivitas dan kegempaan yang terjadi di dalam GAK.
Menurut dia, kerusakan alat pemantau gempa itu terjadi sejak 22 November 2010, dan mulai saat itu pihak pos pemantau kesulitan mendeteksi kegempaan GAK.
Akibat kerusakan itu, pos pemantau hanya bisa mencatat gempa yang getarannya bisa dirasakan. "Kami beberapa hari ini hanya bisa mencatat gempa yang dirasakan, serta dentuman yang keluar dari letusan GAK yang suaranya memang cukup jelas terdengar, tapi sekarang semuanya bisa terdeteksi oleh alat itu," ujarnya.
Ia juga menjelaskan, status GAK hingga kini masih "waspada", dan masyarakat dilarang untuk mendekati hingga radius dua kilometer dari gunung yang berada di Selat Sunda itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang