Mourinho Dibela Anak Buahnya

Kompas.com - 29/11/2010, 00:47 WIB

MADRID, KOMPAS.com - Mantan pelatih kebugaran Inter Milan, Rui Faria membantah bahwa buruknya performa Inter Milan musim ini akibat diforsir oleh pelatih kepala Jose Mourinho, musim lalu. Menurutnya, justru Mourinho-lah yang bekerja habis-habisan supaya Inter sukses.

Mourinho melatih Inter Milan selama dua musim dan pindah ke Madrid akhir musim lalu. Pada musim terakhirnya di San Siro, Mourinho membawa Inter menjuarai Serie-A, Piala Italia, dan Liga Champions.

Rui Faria sendiri menangani Inter selama periode itu dan akhir musim lalu juga hengkang ke Madrid.

Kedudukan Mourinho di Inter kemudian digantikan Rafael Benitez. Di bawah Benitez, Inter kesulitan menang dan hingga pekan ke-14 Serie-A, duduk di posisi kelima dengan 23 poin, atau kalah tujuh angka dari AC Milan di puncak klasemen.

Menurut sejumlah kalangan, krisis Inter terjadi akibat diforsir Mourinho musim lalu dan sekarang betul-betul seperti buah yang habis diperas.

"Pemain bukan jeruk yang diperas habis. Mereka adalah manusia dengan target, kebiasaan, dan di atas segalanya empati," ujar Faria.

"Menang tidak membuat Anda kering. Ini justru membuat Anda melesat dan menciptakan afeksi yang kekal. Kemenangan membuat Anda siap untuk kemenangan berikutnya,"

"Musim lalu memberikan gelar dan kepercayaan diri. Mungkin, hanya ada satu elemen yang terkuras habis di Inter. Itu adalah siapa yang bertanggung jawab atas performa tim. Inter memiliki pemain fantastis dan departemen medis nomor satu,"

"Saya tidak di Inter dan saya tak tahu apa yang terjadi. Namun, dari sisi ilmu pengetahuan, penyebab utama cedera-cedera itu bisa jadi adalah metode latihan mereka,"

"Pemain, staf medis, dan sepak bola Italia secara umum sama seperti musim lalu, hanya saty yang berubah (pergantian pelatih dari Mourinho ke Benitez),"

"Jose, staf, dan saya mengharapkan yang terbaik untuk Inter karena kami ingin teman kami menang. Setelah 38 pertandingan Serie-A dan 13 laga Liga Champions, tolonglah tuan Benitez, menangkan dua gelar terakhir yang tersisa," tuturnya. (FBI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau