Ketua Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Anton S Tripambudi, Minggu (28/11), mengatakan, panel surya seismometer di Gunung Anak Krakatau tertutup abu letusan sejak hari Senin (22/11) pukul 12.31.
Jumlah sinyal kegempaan yang dikirim ke Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran pun turun drastis.
Data dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran, jumlah gempa pada 20 dan 21 November tercatat 741 dan 732 kali dalam sehari. Adapun jumlah gempa yang datanya terkirim pada 22 November, 78 kali.
Pada 23-24 November, peranti di Gunung Anak Krakatau sama sekali tidak dapat mengirim sinyal kegempaan ke pos pengamatan di Pasauran. Kolom data pun hanya terisi angka nol.
Pada 25-27 November, peranti pencatat gempa di Gunung Anak Krakatau kembali mengirim sinyal kegempaan ke pos pengamatan di Pasauran. Data yang terkirim bukanlah rekaman gempa selama 24 jam, melainkan hanya beberapa jam, yakni ketika abu yang menutupi panel surya hilang karena terguyur air hujan.
Data jumlah gempa di Gunung Anak Krakatau selama 25-27 November adalah 63, 31, dan 286 kali.
”Jumlah gempanya sedikit karena alat hanya mengirim sinyal hasil rekaman selama beberapa jam. Pada 27 November, alat hanya bekerja pukul 07.16-16.56,” kata Anton.
Dia meyakini, selama tiga hari terakhir seismometer di Gunung Anak Krakatau mengirim sinyal kegempaan. Jadi, peranti pencatat kegempaan masih berfungsi walau hanya merekam selama beberapa jam.
”Alat itu tidak rusak tertimpa material letusan. Gangguan pengiriman sinyal kegempaan terjadi karena panel surya tertutup abu letusan,” tutur Anton.
Sebagai gambaran, selain aki dengan daya terbatas, ada dua panel surya yang menyuplai daya bagi seismometer di Gunung Anak Krakatau. Lokasi pemasangan panel surya peranti itu berada di bawah bukit, yakni berjarak sekitar 300 meter dari titik letusan Gunung Krakatau.
Manajer Hubungan Masyarakat Marbella Hotel, Convention, and Spa Anyer Shinta Nurprama Israsari mengatakan, aktivitas Gunung Anak Krakatau tak memengaruhi jumlah tamu yang hendak menginap. Dia memperkirakan tingkat hunian kamar pada momentum liburan Natal dan Tahun Baru nanti pun tidak terpengaruh aktivitas Krakatau.
”Sejak pertengahan November, banyak tamu memesan kamar hotel untuk merayakan Tahun Baru. Kini, dari 598 kamar di Marbella Anyer, 100 kamar di antaranya dipesan tamu untuk ber-Tahun Baru di Anyer,” papar Shinta.
Menurut dia, tingkat pemesanan kamar jelang Tahun Baru meningkat signifikan mulai akhir minggu pertama Desember hingga puncaknya sekitar Natal.
Meski Gunung Anak Krakatau berstatus Waspada, wilayah pesisir barat Banten dan sekitarnya dinyatakan aman.