Abu Tutup Panel Surya

Kompas.com - 29/11/2010, 03:21 WIB

Serang, Kompas - Panel surya peranti pencatat kegempaan di Gunung Anak Krakatau tertutup abu letusan. Maka, pengiriman sinyal kegempaan dari seismometer yang dipasang di gunung tersebut ke seismograf Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, terganggu.

Ketua Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Anton S Tripambudi, Minggu (28/11), mengatakan, panel surya seismometer di Gunung Anak Krakatau tertutup abu letusan sejak hari Senin (22/11) pukul 12.31.

Jumlah sinyal kegempaan yang dikirim ke Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran pun turun drastis.

Data dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran, jumlah gempa pada 20 dan 21 November tercatat 741 dan 732 kali dalam sehari. Adapun jumlah gempa yang datanya terkirim pada 22 November, 78 kali.

Pada 23-24 November, peranti di Gunung Anak Krakatau sama sekali tidak dapat mengirim sinyal kegempaan ke pos pengamatan di Pasauran. Kolom data pun hanya terisi angka nol.

Pada 25-27 November, peranti pencatat gempa di Gunung Anak Krakatau kembali mengirim sinyal kegempaan ke pos pengamatan di Pasauran. Data yang terkirim bukanlah rekaman gempa selama 24 jam, melainkan hanya beberapa jam, yakni ketika abu yang menutupi panel surya hilang karena terguyur air hujan.

Data jumlah gempa di Gunung Anak Krakatau selama 25-27 November adalah 63, 31, dan 286 kali.

”Jumlah gempanya sedikit karena alat hanya mengirim sinyal hasil rekaman selama beberapa jam. Pada 27 November, alat hanya bekerja pukul 07.16-16.56,” kata Anton.

Dia meyakini, selama tiga hari terakhir seismometer di Gunung Anak Krakatau mengirim sinyal kegempaan. Jadi, peranti pencatat kegempaan masih berfungsi walau hanya merekam selama beberapa jam.

”Alat itu tidak rusak tertimpa material letusan. Gangguan pengiriman sinyal kegempaan terjadi karena panel surya tertutup abu letusan,” tutur Anton.

Sebagai gambaran, selain aki dengan daya terbatas, ada dua panel surya yang menyuplai daya bagi seismometer di Gunung Anak Krakatau. Lokasi pemasangan panel surya peranti itu berada di bawah bukit, yakni berjarak sekitar 300 meter dari titik letusan Gunung Krakatau.

Pemesanan hotel

Manajer Hubungan Masyarakat Marbella Hotel, Convention, and Spa Anyer Shinta Nurprama Israsari mengatakan, aktivitas Gunung Anak Krakatau tak memengaruhi jumlah tamu yang hendak menginap. Dia memperkirakan tingkat hunian kamar pada momentum liburan Natal dan Tahun Baru nanti pun tidak terpengaruh aktivitas Krakatau.

”Sejak pertengahan November, banyak tamu memesan kamar hotel untuk merayakan Tahun Baru. Kini, dari 598 kamar di Marbella Anyer, 100 kamar di antaranya dipesan tamu untuk ber-Tahun Baru di Anyer,” papar Shinta.

Menurut dia, tingkat pemesanan kamar jelang Tahun Baru meningkat signifikan mulai akhir minggu pertama Desember hingga puncaknya sekitar Natal.

Meski Gunung Anak Krakatau berstatus Waspada, wilayah pesisir barat Banten dan sekitarnya dinyatakan aman. (CAS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau