Toyota Jepang Minta Kepastian Indonesia

Kompas.com - 29/11/2010, 09:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pekan lalu, delagasi Toyota Motor Corporation (TMC) datang ke Indonesia bertemu Menteri perindustrian MS Hidayat. Dalam pertemuan itu, prinsipal Toyota minta kepastian dukungan sehubungan dengan rencana dijadikannya Indonesia sebagai basis produksi untuk di klawasan ASEAN.

Saat ini, Toyota memiliki pusat perakitan di Karawang, Jawa Barat (PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia/TMMIN) yang memproduksi beberapa model (seperti Avanza, Rush, Innova dan Fortuner) dengan kapasitas 100.000 unit per tahun. Selain mengisi pasar domestik, produksi TMMIN juga diekspor ke sejumlah negara di dunia termasuk kawasan ASEAN dan Timur Tengah.

Johnny Darmawan, Wakil Direktur Utama TMMIN menjelaskan, Toyota melihat Indonesia sebagai salah satu potensi besar di pasar otomotif dunia. Hanya, masih perlu dilakukan perbaikan di beberapa sektor pendukung.

"Kebijakan harus jelas, infrastruktur harus dibangun serta supply chain (rantai pasokan) bahan baku perlu dibangun. Kalau kondisi-kondisi ini bisa diperbaiki, tak cuma Toyota, semua merek akan masuk ke Indonesia," ujar Johnny kepada Kompas.com, semalam.

Dalam pertemuan itu, jelas Johnny, Menperin meminta agar Toyota bisa menambah komitmen investasinya di Indonesia dengan memperkuat produksi dan menambah lokal konten. Sedangkan TMC kembali perlu mendapatkan kepastian dukungan kongret dari pemerintah.

"Jangan sebentar-sebentar kebijakan diubah. Saat industri lagi membaik justru ditekan lagi dengan kebijakkan yang kontra. Produk otomotif merupakan salah satu yang terkena pajak paling tinggi. Lantas jangan dikambinghitamkan kalau ada masalah dengan sektor lain," tegas Johnny.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kompas.com, Toyota berencana menambah kapasitas produksi TMMIN karena tahun ini sudah mencapai titik maskimum (kapasitas terpasang) 100.000 unit. Selain itu, Toyota tak ingin kehilangan momentum di mana pasar saat ini lagi membaik.

Tahun ini saja, TMMIN menurunkan waktu pembuatan mobil (tag time) dari 2,1 menit per unit menjadi 1,9 menit per unit. Kabarnya, peningkatan kapasitas akan dilakukan dengan kembali dengan menurunkan tag time, cuma belum ada kepastian dari pihak Toyota.

Guna mendukung produksinya, Daihatsu-anak perusahaan Grup Toyota- juga sudah menambah kapasitas produksi dari 220.000 menjadi 330.000 unit, efektif mulai tahun depan. Seperti diketahui, Daihatsu selama ini masok kebutuhan unit Toyota, khususnya Avanza dan Rush untuk pasar domestik Indonesia serta Lite Ice dan Town Ice buat ekspor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau