Kiat Atasi Keracunan

Kompas.com - 29/11/2010, 15:37 WIB

Kompas.com - Keracunan makanan bisa terjadi bila kita mengonsumsi makanan yang terkontaminasi kuman, seperti bakteri dan racun. Sayuran yang tidak dicuci bersih, daging setengah matang, makanan mentah, atau sanitasi yang buruk dan penanganan yang tidak tepat saat menyiapkan makanan juga bisa memicu keracunan. Apa yang harus dilakukan saat keracunan makanan?

- Rehidrasi
Jika diare, jangan biarkan tubuh mengalami dehidrasi. Minum banyak air putih atau jus buah. Diare dan muntah menyebabkan elektrolit tubuh (potasium, sodium, glukosa) terkuras, sehingga harus diganti.

- Ikut arus
Tubuh sedang menguras racun-racun yang masuk bersama makanan, karena itu terjadi diare. Sebaiknya tidak mengonsumsi obat antidiare karena racun itu memang harus dikeluarkan dari tubuh. Memang melelahkan saat harus bolak-balik ke kamar mandi, karena itu kuatkan tubuh dengan banyak mengonsumsi cairan.

- Jika lapar, konsumsi makanan yang aman, juga lembut seperti sup.
Pilih makanan yang tanpa banyak bumbu rempah, agar-agar, pisang yang kaya potasium, kraker, serta wortel yang baik untuk mengganti elektrolit dan mineral yang hilang.

Kondisi ini biasanya mereda dalam beberapa waktu setelah tubuh mengeluarkan semua racun. Mungkin Anda tak perlu penanganan medis, tetapi ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk meminimalkan risiko buruk. (GHS/rin)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau