PMI Bagikan 1.500 Masker di Bromo

Kompas.com - 29/11/2010, 21:52 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Palang Merah Indonesia (PMI)  membagikan sekitar 1.500 masker kepada warga Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur yang berjarak 3 kilometer dari arah Gunung Bromo yang kini berstatus awas.

Salah seorang petugas PMI Kabupaten Probolinggo, Harianto, Senin (29/11/2010) mengatakan, pemberian masker kali ini untuk mengantisipasi jatuhnya abu vulkanik Gunung Bromo yang mengarah ke rumah warga. "Ini sebagai antisipasi agar warga tidak terkena gangguan saluran pernapasan akibat abu vulkanik tersebut," katanya.

Menurut dia, semenjak status Gunung Bromo naik dari siaga menjadi awas, hampir setiap hari mengeluarkan material vulkanik berupa abu, pasir, kerikil dan gas. Tentunya hal itu bisa mengganggu kesehatan warga sekitar.

Selain membagikan kepada warga kampung, PMI juga memberikan masker kepada para pengguna jalan yang tengah lewat untuk melihat letusan Gunung Bromo. "Kami berharap warga bersedia memakai masker, jika nantinya abu vulkanik sudah mengarah ke perkampungan-perkampungan warga," katanya.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi  (PVMBG) menyatakan aktivitas Gunung Bromo hingga Senin ini masih terus meningkat dan sempat terjadi peningkatan amplitudo hingga 40 milimeter.

Kepala Bidang Mitigasi Bencana Geologi dari PVMBG, Gede Suastika, mengatakan, sekitar pukul 08.30 WIB sempat terjadi peningkatan amplitudo hingga 40 milimeter. "Letusan terbesar yang sempat terekam kami sekitar pukul 08.30 WIB," katanya.

Menurut Gede, peningkatan jumlah amplitudo ini ditandai dengan meningkatnya jumlah material vulkanik yang dikeluarkan dari kawah Gunung Bromo. Sedangkan mengenai kandungan material yang dikeluarkan, masih belum ada perubahan dari hari-hari sebelumnya, hanya berupa abu hitam, asap dan pasir halus.

Meski demikian, kata dia, tidak ada yang membahayakan dari material ini, selain hanya mengganggu polusi udara dan pernapasan saja. "Paling hanya mengganggu pernapasan saja. Untuk itu, kami minta pada warga terdampak untuk mengenakan masker," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau