Pacar Ryan Jagal Bebas, Ini Fotonya

Kompas.com - 30/11/2010, 05:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih ingat pengakuan Very Idham Henyansyah alias Ryan, si jagal massal dari Jombang, Jawa Timur yang katanya akan mempersunting narapidana bernama Ely Winarya, putri pengusaha Singapura?

Sudah sebulan Tribunnews.com mencari tahu sosok Ely Winarya dan akhirnya terjawab sudah ketika 29 November 2010 kemarin, perempuan itu menghirup udara bebas dari penjara Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Setelah mendapat Pembebasan Bersyarat dari Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Ely Winarya akhirnya bisa bebas pada Senin kemarin.

"Ely bebas hari ini. Dia nantinya wajib lapor ke Balai Pemasyarakatan di Salemba," ujar Kepala Keamanan Rutan Pondok Bambu, Aris. Sejak informasi itu diberikan Aris, Tribunnews.com menanti sejak pagi. Namun, hingga pukul 12.00 WIB, Ely belum juga keluar dari rutan.

Ada pemandangan lain di depan pintu gerbang utama rutan. Pasalnya ada dua pria yang mengaku ingin menjemput Ely.

Sekitar dua jam, keduanya tampak gelisah karena mondar-mandir menanyakan petugas loket rutan soal jadwal Ely bebas. "Saya lagi nunggu yang bebas, bukan mau besuk," ujar pria tersebut.

Lalu, siapa dia sebenarnya? Apa hubungannya dengan Ryan dan benarkah pengakuan Ryan, si terpidana hukuman mati di Penjara Cirebon, Jawa Barat itu? Silakan baca berita selanjutnya. (Abdul Qodir)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau