Wisata air

Mari Berperahuria di Banjir Kanal Timur

Kompas.com - 30/11/2010, 12:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir Kanal Timur (BKT) akan lebih bagus apabila bangunan di sekitar saluran pengendali banjir kawasan timur dan utara Jakarta itu ditata lebih baik dan dilengkapi fasilitas umum. Namun, jangan sampai terkesan kumuh dan kotor.

"Kalau saluran ini bagus, kita bisa berperahuria sehingga ada wisata air berwisata di sini," kata Menteri Pekerjaan Umum RI Djoko Kirmanto, saat memberikan kata sambutan Kegiatan Penanaman Pohon dalam peringatan Hari Bhakti PU ke-65 Tahun 2010 di BKT Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (30/11/2010).

Bahkan, dia mengizinkan bagian lurus dari BKT untuk olahraga air. "Saya izinkan saluran (BKT) yang lurus untuk latihan dayung. Ada sekitar dua kilometer, kalau tidak salah," ungkap dia.

Djoko mengatakan, khusus saluran BKT yang tampak berbentuk danau, perlu dibangun sejumlah bangunan pendukung, seperti warung makan, sehingga masyarakat bisa menikmati pemandangan BKT.

Pemerintah, kata Djoko, senang dengan kegiatan penanaman pohon dan pembuatan taman karena sejak desain awal, inisiatif itu memang sudah ada. BKT yang pada Desember 2009 sudah berfungsi mengalirkan air dari berbagai sungai ke Laut Jawa diperkirakan akan selesai sempurna pada 2011 sesuai profil desainnya.

"Alasan akan sempurna tahun depan karena ada bagian dari BKT yang lebarnya masih belum sesuai rencana. Semoga selesai tepat waktu," kata Djoko Kirmanto.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau