Kasus sisminbakum

Yusril Ditunjukkan Empat Kwitansi

Kompas.com - 30/11/2010, 14:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Kehakiman RI, Yusril Ihza Mahendra, mengaku sempat ditunjukkan empat buah kwitansi yang ditunjukkan penyidik dengan nilai puluhan juta rupiah yang ditujukan untuk perjalanan dinas ke luar negeri. Namun, Yusril mengaku tidak menahu perihal kwitansi tersebut.

"Tadi ditunjukkan bukti baru ada empat lembar kwitansi nilainya 10-15 juta untuk perjalanan ke luar negeri yang ditanyakan penyidik," ucap Yusril, Selasa (30/11/2010), di Kejaksaan Agung, Jakarta.

Yusril diperiksa terkait perkara Sisminbakum. Pemeriksaan hari ini untuk meluruskan kesalahan ketik dalam berkas perkara Yusril. Selain meluruskan kesalahan ketik, Yusril juga menyerahkan pernyataan tertulis dari dua orang saksi meringankan yakni Jusuf Kalla dan Kwik Kian Gie.

Ia melanjutkan, ia ditanya penyidik apakah tahu perihal kwitansi tersebut dan tahu tanda tangan yang dibubuhkan di kwitansi itu. "Saya bilang tidak tahu, dan itu bukan tanda tangan saya. Tidak pernah lihat tanda tangan itu," ucapnya.

Yusril melihat bahwa empat lembar kwitansi itu tidak bisa digunakan untuk alat bukti baru karena banyaknya kejanggalan di dalam kwitansi tersebut. "Itu bukan kwitansi resmi Departemen Kehakiman karena tidak ada kopnya, dan ada beberapa yang tidak jelas peruntukannya untuk apa. Nama juga nggak ada. Saya kira alat bukti itu tidak ada nilainya di persidangan," ungkap Yusril.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau