Bulog Harus Serap Semua Beras Petani!

Kompas.com - 30/11/2010, 15:46 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pemerintah akan membeli semua beras petani. Meski kualitasnya buruk, pemerintah akan meminta Badan Usaha Logistik (Bulog) menyerap beras milik petani tersebut.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan keputusan ini merupakan salah satu revisi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2009 tentang Kebijakan Perberasan. Aturan itu akan segera terbit Desember mendatang. Saat ini, revisi kebijakan tersebut sudah memasuki tahap finalisasi.

Hatta Rajasa bilang, revisi aturan itu tinggal menunggu tanda tangan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Segera terbit dan pasti tahun ini," kata Hatta, Selasa (30/11/2010).

Dengan adanya Inpres ini, Hatta mengatakan, Bulog tak bisa menolak beras yang berkualitas jelek milik petani. Bila ada penolakan, Hatta bilang petani bisa melaporkan ke kepala dinas. "Ini bisa dianggap tidak mematuhi Inpres," ujar Hatta.

Hatta menjelaskan, keharusan Bulog menyerap semua beras milik petani karena masalah pemenuhan stok. Dia mengatakan, masalah pemenuhan stok terhadang karena kondisi cuaca yang buruk sehingga membuat harga beras melambung tinggi.

Bila stok sudah tercukupi, Hatta yakin tekanan harga beras terhadap inflasi bisa berkurang. Maklum saja, kenaikan harga beras saat ini mempengaruhi laju inflasi. (Irma Yani/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau