Setelah Anak Ketiga, Alya Kejar Titel Notaris

Kompas.com - 30/11/2010, 18:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tak ada istilah tua untuk belajar. Pepatah itu diamini betul oleh presenter Alya Rohali.

Baru 40 hari Alya melahirkan anak ketiganya, Savana, kini ia harus disibukkan untuk merampungkan tesis S-2 tentang kenotariatan di Universitas Indonesia (UI). "Sekarang mulai lagi setelah kemarin terhalang hamil. Dikejar deadline (tenggat waktu) 4 Januari sudah harus daftar tesis, kalau enggak dikejar, ya nanti malah molor lagi," katanya ketika ditemui di Hard Rock Cafe Jakarta, Selasa (30/11/2010).

Diakui mantan pemandu acara Kuis Siapa Berani itu, ia ingin sekali merampungkan kuliahnya demi mengejar obsesi lamanya. "Ini sebenarnya cita-cita aku dari kecil. Jadi pengacara jelas enggak cocok, ya akhirnya aku pilih jadi notaris aja," ujar Alya.

Alya melihat apa yang dijalaninya saat ini adalah bentuk dari investasi bila kelak ia tak lagi berkecimpung di dunia hiburan. "Toh enggak ada ruginya (sekolah). Lagian aku ingin memberikan contoh buat anak-anakku," ujarnya.

Menjadi seorang notaris, kata perempuan kelahiran 1 Desember 1976 itu, tak hanya ingin mengejar cita-cita, tetapi keinginannya mengaktualisasikan diri. "Beruntungnya, suami saya mendukung saya. Yang penting sih itu," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau