Inggris

Seribu Sekolah Masih Tutup

Kompas.com - 30/11/2010, 18:12 WIB

KOMPAS.com – Selasa (30/11/2010) adalah hari kedua penutupan sekitar seribu sekolah di Inggris. Pemicunya adalah badai salju yang mengakibatkan gangguan perjalanan, khususnya di Skotlandia dan Inggris utara.

Tak hanya itu, para pengendara kendaraan juga menghadapi kemacetan panjang dan jalanan yang licin lantaran es, tulis AP dan AFP.

Perjalanan udara juga terganggu. Pasalnya, pemerintah menutup Bandara Durham Tees Valley. Sementara, Bandara Edinburg dibuka hanya untuk pendaratan.

Skotlandia -yang terletak di ujung utara Inggris- merupakan wilayah yang paling parah dilanda salju. Aliran listrik putus untuk sekitar 1.200 rumah di Skotlandia dan para tehnisi bekerja seharian untuk memulihkan sambungan listrik.

Tercatat sekitar 800 sekolah di Skotlandia yang tutup. Sementara, beberapa dewan kota sudah memutuskan sekolah masih akan tetap tutup setidaknya hingga Selasa ini.

Sementara itu di wilayah Inggris utara lainnya, sekitar 450 sekolah tutup. Sedangkan di Irlandia Utara 93 sekolah tutup. Hal yang sama menimpa 10 sekolah di Wales.

Mobil

Selanjutnya, operasi khusus dilancarkan di kawasan Lincolnshire untuk menarik sekitar 60 mobil dari jalanan yang sudah tidak mungkin lagi dilalui.

Kemacetan terburuk di Skotlandia menyebabkan antrean mobil sampai beberapa kilometer di Dunblane dan Perth.

Asosiasi Pemerintah Daerah mengatakan sejumlah dewan kota sudah meningkatkan cadangan garam yang digunakan untuk membuat jalanan yang dilapisi es tidak terlalu licin.

Salju juga menyebabkan pengumpulan sampah terpaksa ditunda di wilayah Tyneside utara.
Kantor metereologi kembali mengeluarkan peringatan jalanan yang licin terlapis es karena cuaca yang membeku serta turunnya salju di Skotlandia dan sebagian Irlandia utara.

Salju juga kemungkinan turun di London dan sekitarnya yang diperkirakan bisa menghambat perjalanan kereta api.

David Sparks, dari Asosiasi Pemerintah Daerah, mengatakan sejumlah dewan kota tahun ini sudah lebih siap untuk menghadapi musim dingin. "Pihak berwenang di daerah sudah melakukan persiapan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya untuk musim dingin," katanya.

"Kami memiliki cadangan garam tiga kali lebih banyak dari yang kami miliki tahun lalu dan setengah dari pemerintah daerah membeli truk-truk penyebar garam," tambahnya.

Tahun ini Inggris memang menghadapi turunnya salju secara meluas yang lebih awal sejak tahun 1993 karena biasanya salju belum turun pada November.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau