Katarak Serang Mata Abu Bakar Ba'asyir

Kompas.com - 30/11/2010, 22:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi kesehatan tersangka teroris, Abu Bakar Bahasyir memburuk selama ditahan di rumah tahanan Bareskrim Mabes Polri. Selain sakit dibagian kaki, Bahasyir juga mengalami katarak di mata sebelah kiri.

Luthfie Hakim, penasihat hukum Bahasyir, mengatakan, kliennya sudah terkena katarak sejak enam bulan lalu. Katarak itu terus memburuk lantaran tidak mendapat perawatan. "Akibatnya sekarang ustad mengeluh mata sebelah kiri betul-betul tidak bisa melihat kecuali lihat cahaya, remang-remang," kata dia di Mabes Polri, Selasa (30/11/2010).

Dikatakan Luthfie, mata Bahasyir harus segera dioperasi agar tidak berdampak pada syaraf mata. Saat ini, pihaknya sedang mengurus surat ijin untuk operasi. Pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan dokter mata mengenai jadwal operasi.

"Kita berharap betul supaya tidak dihalang-halangi Densus 88 untuk operasi," ucapnya. Ditambahkannya, selama ini kesehatan Bahasyir dipantau oleh dokter dari pihak Polri dan Mer-C.

Selain mengharapkan ijin operasi, Luthfie mengatakan, pihaknya juga berharap tahanan Bahasyir dipindahkan. "Setelah operasi, kita harapkan beliau dapat tempat yang lebih layak untuk orang seusia beliau atau sesuai penyakit. Kalau perlu, kita harapkan tidak perlu ditahan," ujar dia.

Seperti diberitakan, hasil pemeriksaan tim dokter Mer-C, penyakit low back pain Bahasyir kambuh. Menurut Yose Rizal Jurnalis, ketua Mer-C, penyakit itu disebabkan syaraf kejepit. Akibatnya, Bahasyir mengaku sakit dari panggul hingga tungkai kaki.

Saat ini, pengasuh Pondok Pesantren Ngruki itu masih menunggu proses penyidikan kasusnya selesai. Dia telah ditahan sejak Senin (9/8/2010) setelah ditangkap disekitar Polres Banjar, Jawa Barat. Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) itu diduga terlibat jaringan teroris Aceh dan perampokan di Sumatera Utara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau