Berbicara dengan Desak Made Hughesia Dewi, yang lebih dikenal sebagai Dewi Hughes (39), selalu menyenangkan dan senantiasa ada hal baru. Pasalnya, perempuan kelahiran Tabanan, Bali, itu aktif di banyak bidang. Selain menjadi presenter, penulis, dan bintang film, dia juga aktivis sosial. Salah satunya, dia membuka taman bacaan di dekat Terminal Blok M, Jakarta Selatan.
”Di situ anak-anak belajar berbagai hal, misalnya menulis. Saya dibantu teman-
”Mereka sungguh luar biasa dan sangat berdaya. Visi mereka pun sangat jauh ke depan. Hebat sekali, mereka bahkan bisa menari saman. Bayangkan, penarinya ada yang tunawicara, tunanetra, tunarungu, dan tunadaksa,” ujarnya takjub.
Hughes menyayangkan sikap sebagian orang yang menyembunyikan anaknya yang cacat atau memperlakukan si anak berbeda dengan saudara-saudaranya. ”Mereka sama dengan orang yang lain, memiliki kelebihan dan kelemahan. Jangan salah, mereka pun tidak gaptek (gagap teknologi). Walau tunanetra, mereka mampu mengirim SMS tanpa kesulitan. Banyak pula yang jago internet,” ujarnya.