Wuih, Sepeda Motor "Ajaib" dari "Tron"

Kompas.com - 01/12/2010, 10:01 WIB

KOMPAS.com — Tak habis-habisnya orang membayangkan bagaimana rupa kendaraan masa depan. Salah satunya digambarkan lewat film Tron Legacy yang diangkat dari sebuah permainan dingdong lawas 1980-an dan akan tayang dalam beberapa bulan ke depan.

Kendaraan-kendaraan yang ditampilkan dalam Tron cukup beragam. Satu yang menonjol adalah Light Cycle. Desainnya begitu mengutamakan faktor aerodinamika sehingga komposisi antara jok, roda, dan setang begitu rapat.

Setangnya bahkan benar-benar terletak di kiri-kanan roda, membuat pengendara seakan-akan menggenggam roda dengan posisi bungkuk maksimal. Kalau begini, hambatan angin akan sangat minim dan motor bisa melesat.

Beralih ke ban, ukurannya cukup lebar dan serupa dengan apa yang ada pada Batpod (salah satu motor Batman). Uniknya, ban tersebut bahkan meninggalkan jejak panjang berwarna biru menyala.

Mau yang lebih imajinatif? Tunggangan besar tersebut hanya "tercipta" dari semacam tongkat berisi energi. Ah, desain ini makin jauh saja dari realitas. Bagaimana mewujudkannya di masa depan?

Tak usah terlalu dipikirkan. Motor ini hanya ada di dunia maya yang dinamai "Tron". Dunia tersebut merupakan program yang menampilkan area luas dan datar berwarna hitam serta bangunan-bangunan serupa gedung, jembatan, tiang-tiang yang juga berwarna hitam.

Adapun Light Cycle merupakan salah satu tunggangan yang digunakan dalam permainan tersebut, yang jika pengendaranya menabrak dinding dan hancur, maka ia kalah dan harus keluar arena. Begitulah kira-kira peraturan dalam Tron. Permainan ini ibarat simulator, dengan arena yang berada di dunia maya, sementara pemain tetap di tempat.

Serunya, karena ini dunia maya, kendaraan yang digunakan untuk bertanding—sekaligus bertarung—bisa menjelajah ke area mana saja, termasuk merayap di dinding.

Buah tangan staf VW
Light Cycle yang akan tampil nanti merupakan hasil garapan ulang desainer bernama Daniel Simon. Pria yang juga merupakan perancang kendaraan-kendaraan futuristik untuk film-film Hollywood ini pada awalnya, di tahun 1999, memulai karier desainnya di Volkswagen (VW), produsen mobil kenamaan asal Jerman. Dia kemudian turut mendesain mobil Seat dan Lamborghini, lalu dikontrak salah satu divisi desain dari grup Volkswagen, Advanced Studio (2001). Di situ, Simon turut terlibat dalam reinkarnasi desain Bugatti.

Selain Light Cycle (standar), Simon juga merancang motor Light Cycle lain dengan kode CLU. Jika jejak roda Light Cycle standar berwarna biru, maka Light Cycle CLU berwarna kuning terang. Motor terakhir ini memiliki perangkat untuk menyerang.

Di luar dua tadi, ada pula satu Light Cycle versi awal yang digunakan tokoh utama dalam versi terdahulu, Kevin Flynn. Motor ini "lebih realistis" karena tidak butuh tongkat energi untuk "menciptakannya". Dengan kontur serupa, motor bernama Flynn's Light Cycle tersebut memiliki semacam tudung dan bisa diubah menjadi lebih canggih seperti Light Cycle standar ataupun Light Cycle CLU dengan beberapa tambahan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau