1/4 Korban HIV Tak Tahu Dirinya Terinfeksi

Kompas.com - 01/12/2010, 10:34 WIB

KOMPAS.com — Health Protection Agency atau HPA menyerukan penyebaran informasi lebih luas mengenai tes HIV agar didapatkan diagnosis yang lebih awal.

Diperkirakan, 86.500 orang hidup dengan HIV pada tahun 2009. Namun, dikhawatirkan ada sekitar 22.500 kasus yang tidak terdiagnosis. Menurut catatan, 52 persen orang yang baru didiagnosis pada tahun 2009 didiagnosis setelah waktu ketika perawatan lebih efektif.

"Angka ini menunjukkan bahwa diperlukan upaya ekstra untuk memastikan lebih banyak orang untuk waspada dengan status HIV-nya. Hal ini akan memungkinkan akses yang lebih cepat terhadap pengobatannya, meningkatkan daya hidup korban, dan mengurangi risiko transmisi kepada pasangannya," jelas Dr Paul Cosford, Direktur Health Protection Services dari HPA.

Meskipun secara keseluruhan ada penurunan jumlah kasus yang didiagnosis, Dr Valerie Delpech, spesialis HIV dari HPA, juga mengatakan bahwa masih banyak orang yang tidak menyadari status HIV-nya dan separuhnya terlambat didiagnosis.

Sangat penting untuk menggunakan kondom dengan pasangan seksual karena hal ini menjadi cara terbaik untuk mencegah infeksi transmisi seksual, termasuk HIV.

"Kami harus menambahkan bahwa kondom itu perlu digunakan setiap waktu. Penurunan diagnosis HIV yang baru tahun lalu menunjukkan bahwa kita bisa menekan infeksi-infeksi baru, dan itu membutuhkan seluruh komunitas untuk bekerja sama mencapai hal ini," papar Sir Nick Partridge, Chief Executive Terrence Higgins Trust. Perlu dilakukan tes HIV secara rutin sebagai bagian dari perilaku seks yang aman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau