Polemik monarki jogja

Soal Yogya, Momentum SBY Tidak Tepat

Kompas.com - 01/12/2010, 12:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung menilai, pernyataan terbuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal monarki dalam konteks Kesultanan Yogyakarta sangat serius.

Pasalnya, momentum tersebut dinilai sangat tidak tepat. "Sekarang ini air mata pun belum kering. Tapi, masyarakat Yogya kembali dibangkitkan dengan momentum yang tidak tepat. Orang yang memberikan masukan kepada SBY selalu terburu-buru," ungkapnya di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Rabu (1/12/2010).

Politisi PDI-P ini mempertanyakan mengapa pemerintah tidak lebih menekankan fokus pada upaya penyelesaian bencana yang belum juga pulih pascaletusan Gunung Merapi. Derasnya lahar dingin juga masih menyerang Yogyakarta akhir-akhir ini. "Akibatnya, apa yang diekspresikan masyarakat Yogya sudah sangat ekspresif dengan meminta referendum," katanya.

Walau demikian, Pram melihat bahwa referendum akan mengganggu kesatuan NKRI. Oleh karena itu, dia mendorong pemerintah untuk menyelesaikan polemik ini agar tidak terjadi disinformasi terlalu jauh, termasuk soal pengangkatan gubernur dan wakil gubernur wilayah tersebut.

Menurutnya, Keistimewaan Yogyakarta tidak boleh diganggu gugat. Bagaimanapun, lanjut Pram, kesepakatan antara Bung Karno dan Sultan Hamengkubuwono IX merupakan bagian dari sejarah. Setelah draf diserahkan ke DPR, Pram mengatakan bahwa pembahasan akan dilanjutkan, terutama soal satu pasal mengenai pengangkatan kepala daerah. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau