Penyelenggaraan pendidikan

Mendiknas: Formula Baru UN Masih Disiapkan

Kompas.com - 02/12/2010, 03:55 WIB

Jakarta, Kompas - Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh membantah pihaknya tidak memiliki formula baru penyelenggaraan Ujian Nasional 2011. Menurut dia, formula baru itu sudah ada dan terus disempurnakan.

”Formula baru UN itu akan kami buka dalam rapat kerja pemerintah dengan DPR pada 13 Desember mendatang,” kata Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh saat ditanya pers seusai mengikuti rapat komite pendidikan di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (1/12). ”Dalam rapat Selasa (30/11) kemarin bersama DPR memang belum dibuka karena masih tingkat Panitia Kerja (Panja) DPR,” ujar Mendiknas.

Nuh menambahkan, dalam formula baru itu, pihaknya masih mengkaji sejumlah masalah, di antaranya soal nilai UN yang ”memveto” atau menjatuhkan nilai lain di luar UN.

Tentang formula UN yang selama ini dinilai tidak adil bagi siswa didik di suatu daerah akibat perbedaan kualitas pendidikan, Nuh justru menilainya adil.

”Jika membuat dua standar, justru akan merugikan bagi sekolah yang mengambil nilai standar rendah. Otomatis sekolah itu kualitasnya akan dianggap rendah,” kata Nuh.

Jika nilai standar kelulusan UN dibuat sama untuk seluruh Indonesia meski rendah, yakni 5,5 dan bahkan nilai 4 pun diluluskan, sekolah akan bisa menentukan target nilai yang akan dicapai. Sekolah yang bisa mencapai nilai kelulusan tinggi, jauh di atas nilai standar, tentu kualitasnya dianggap masyarakat akan baik.

Meski demikian, menurut Nuh, pihaknya sedang mengkaji apa saja yang bisa ”memveto” atau menjatuhkan nilai lain. ”Kami harus mengakomodasi sekolah yang beragam,” katanya.

(HAR)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau