Hubungan Seksual Cuma di Malam Pertama

Kompas.com - 02/12/2010, 09:25 WIB

TANYA : 

Dok, saya telah menikah dan sekarang sedang mengandung. Saya dan suami hanya melakukan hubungan intim malam pertama saja. Setelah itu tidak pernah lagi karena suami saya tidak mau menyentuh saya dan saya tidak tahu alasannya. Ditanyakan ke suami, juga tidak pernah dijawab. Masalahnya, setiap ada keinginan melakukan hubungan intim saya terpaksa melakukan masturbasi. Apakah ada pengaruh masturbasi selama kehamilan terhadap janin, baik dalam hal perkembangan fisik maupun psikisnya nanti?
Sena, 29, Jawa Timur

JAWAB:
Memang mengundang pertanyaan kalau hubungan seksual hanya dilakukan pada malam pertama saja. Setelah itu suami tidak mau lagi tanpa alasan yang jelas. Tentu saja pengakuan jujur suami mutlak diperlukan, mengapa dia tidak mau lagi melakukan hubungan seksual. Anda boleh saja menduga, tetapi itu belum tentu benar, bahkan dapat menimbulkan masalah baru.            

Saya juga dapat memberikan beberapa kemungkinan mengapa suami tidak mau lagi melakukan hubungan seksual. Tetapi, saya khawatir penjelasan saya justru dapat membuat Anda dihadapkan pada masalah baru. Jadi usahakan dapat berkomunikasi secara baik dengan suami sehingga dia mau berbicara jujur mengapa tidak mau berhubungan lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau