KOMPAS.com - Bila Anda ingin mencari tempat hangout untuk berkumpul dengan keluarga atau teman-teman, cobalah berkunjung ke Munchies Restaurant & Bar, yang berlokasi di Ground Floor, Gandaria City Mainstreet, Jakarta Selatan.
Tempat ini menyajikan konsep memenuhi hasrat seseorang yang mendadak lapar, ingin menikmati atau makan sesuatu kapan saja. Munchies sendiri bermakna camilan, atau hasrat untuk selalu mengudap sesuatu, walau hanya untuk satu atau dua gigitan. Konsep ini tercermin dalam hidangan dan minuman di Munchies, berikut desain interiornya yang dibuat seperti di rumah sendiri.
Restoran yang didirikan oleh tiga sekawan: Hamid Sugianto, Jason Aditya Mulya, dan Budi Kurniawan, ini menghidangkan menu appetizer dan main course. Salah satu sajian khas Munchies adalah appetizer-nya yang disebut Munchies Platter. Salah satu menu Platter andalannya adalah Hometown Glory, yang terdiri atas sepotong udang segar yang dililit irisan daging sapi, dan dinikmati dengan saus strawberry. Gurihnya udang dan daging sapi bertemu dengan rasa manis saus ini, sehingga menciptakan kombinasi yang unik di lidah. Kemudian ada dua tusuk Chicken Satay, yang dikemas mirip Sate Lilit Bali. Sate ditusukkan pada batang serai, dan disajikan dengan salad yang merupakan irisan tipis paprika, bawang bombay, dan wortel. Yang terakhir adalah sepotong Potato & Mozarella Crocket, yang disuguhkan dengan saus dari mangga harumanis segar (tanpa tambahan essence apapun).
"Munchies Platter selalu terdiri atas tiga jenis makanan dalam satu piring, yang diramu dengan tiga jenis saus," ujar Budi, yang bertindak sebagai Executive Chef, saat memperkenalkan restoran ini di Gandaria City, Rabu (1/12/2010) lalu.
Menu Platter lain yang kami cicipi saat itu adalah Seduction Exoticas. Terdiri atas Crispy Crab Cakes, yang merupakan campuran daging kepiting dan bunga kecombrang, dan dinikmati dengan sambal. Sajian unik kedua adalah Mango Ricotta Cheese, yaitu keju ricotta dicampur mangga segar yang dibungkus oleh gulungan terong bakar, dan dicocolkan dengan saus balsamic. Suguhan ketiga adalah Sauteed Prawn Tomato Ragout, yaitu udang tumis disiram ragout tomat yang disajikan di atas mash potato bowl khas Munchies. Mash potato ini berbeda dari kentang tumbuk biasanya. Selain dibentuk seperti mangkuk, bagian luarnya kering, tetapi dalamnya creamy.
Menikmati dua menu Platter ini, kesan yang tertangkap adalah rasanya yang light, alias tidak terlalu menonjol manis-asinnya. "Rasanya memang tidak terlalu strong, karena namanya saja appetizer, atau makanan pembuka. Jadi, rasanya dibuat tidak terlalu mengagetkan. Mulut kita yang semula hambar, pelan-pelan diantar dengan appetizer menuju main course," kilah Budi, pada Kompas Female. Jadi, kalau rasa makanan pembukanya sudah kuat, begitu menyantap main course nanti bisa-bisa Anda malah jadi eneg.
Bahan-bahan khas Indonesia
Hal unik lainnya dari berbagai hidangan Munchies ini adalah pertemuan antara makanan western dan eastern. Cukup mengherankan, mengingat Jason dan Budi yang lulusan sekolah kuliner dengan konsentrasi di French Cuisine. Menurut Jason, ia justru terpacu untuk menciptakan menggunakan keahliannya mengolah hidangan Perancis dan Italia untuk menciptakan hidangan Indonesia yang lebih berkelas.
"Dasarnya dari berpikir, kenapa chef di Indonesia tidak bisa membuat hidangan Indonesia menjadi hidangan kelas dunia seperti makanan Perancis atau Italia?" tukas Jason, yang di Munchies bertindak sebagai General Manager.
Jalan keluar yang coba ditempuh untuk mengangkat makanan Indonesia ini adalah dengan menggunakan bahan-bahan makanan khas Indonesia untuk menciptakan sajian baru. "Dalam menu main course maupun appetizer, saya menggunakan bahan-bahan lokal seperti bunga kecombrang, asam jawa, terong, atau mangga harumanis. Buah itu kan rasanya manis, sehingga susah untuk dijadikan main course. Memang tidak mudah, tapi saya mencoba untuk membuat hidangan ini bisa diterima (oleh selera kebanyakan orang)," papar Budi.
Untuk main course, Munchies menciptakan konsep untuk memilih dua macam protein (dari empat pilihan protein) dalam satu sajian. Pengunjung bisa mencampur sendiri jenis protein yang ingin disantap, apakah daging sapi has dalam (tenderloin), daging ayam, salmon, atau ikan berdaging putih. Masing-masing jenis protein ini memiliki dua jenis saus (manis dan asam) yang juga bisa dipilih sendiri.
Hari itu kami mencoba hidangan utama ini dengan dua jenis protein berupa beef tenderloin dan salmon. Beef tenderloin ini diberi celupan saus Perancis yang kental dengan red wine dan daun rosemary. Sedangkan untuk salmon, digunakan saus berupa rujak mangga muda dan asam jawa. Untuk asupan karbohidratnya, dipilihkan kentang tumbuk yang lebih seperti bubur karena begitu lembutnya. Pilihan lainnya (tidak disajikan saat itu) adalah kentang wedges.
Untuk minumannya, kami menikmati dua menu Mocktail, yaitu Strawberry & Peach Splash, dan Passion Fruit & Strawberry Splash. Rasanya, sudah pasti segar!
Munchies masih memiliki berbagai menu sup dan salad, burger dan sandwich, serta pasta. Asyiknya, jika Anda datang bersama teman-teman atau keluarga, Anda bisa saling sharing makanan. Ditambah lagi dengan suasana restorannya yang homey, dengan sofa dan bantal-bantal, Anda pasti betah berlama-lama di sini.
Munchies Restaurant & Bar
Ground Floor Mainstreet Gandaria City
Jl. KH Syafii Hadzami No. 8
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Telp: 021-2905 3975
Jam operasional:
Hari biasa: 11.00 - 22.30
Hari libur: 11.00 - tengah malam