Pelangsing, yang Tradisional Lebih Aman?

Kompas.com - 02/12/2010, 13:11 WIB

Kompas.com- Lemak, terutama jika sampai tertimbun di tubuh kini menjadi musuh banyak orang. Karena itu segala usaha untuk menyingkirkannya populer dipilih orang, baik pria maupun wanita.

Mereka yang ingin menurunkan berat badan namun tak mau repot-repot berolahraga dan mengatur pola makannya, biasanya memilih produk obat-obatan, jamu, suplemen, atau minuman pelangsing.

Kebanyakan produk-produk tersebut belum teruji secara klinis. Karena itu dr.Johanes Tjandrawinata, Sp.GK, ahli gizi klinik dari Melinda Hospital Bandung, menyarankan agar konsumen lebih berhati-hati dalam memilih produk pelangsing.

"Jamu atau obat-obatan tradisional biasanya punya efek meningkatkan frekuensi buang air kecil dan buang air besar. Karenanya berat badan akan cepat turun," katanya dalam sebuah acara media edukasi mengenai keamanan obat anti obesitas di Jakarta, (1/12).

Jamu yang kerap digunakan untuk melangsingkan tubuh biasanya dibuat dari tanaman jati belanda, kemuning atau kunyit. Masyarakat banyak yang memilih jamu karena terbuat dari bahan alami sehingga aman dikonsumsi.

Selain jamu, produk lain yang memiliki cara kerja mirip dengan jamu pelangsing adalah minuman teh hijau. Mengenai minuman ini, dr.Johanes berpendapat sebenarnya semua jenis teh memang bisa mengurangi lemak tubuh.

"Penelitian di Jepang menunjukkan teh mengandung ECGC, sejenis antioksidan yang bisa meningkatkan metabolisme dan menghambat pembentukan sel-sel lemak. Karena itu semua jenis teh pada dasarnya bisa mengurangi berat badan, asal dikonsumsi tanpa gula," katanya.

Meski kebanyakan orang berpendapat jamu dan obat tradisional memiliki efek samping lebih sedikit daripada obat kimia, namun dr.Johanes mengatakan dalam jangka panjang, obat tradisional juga bisa menimbulkan efek samping.

"Produk yang cara kerjanya mengeluarkan cairan bisa mengganggu ginjal dan menghambat peredaran darah," katanya. Karena itu ia menyarankan agar pengguna jamu-jamuan mengenal terlebih dahulu bahan yang digunakan dengan jelas dan secara rutin melakukan cek ginjal.

Yang perlu dipahami, menurut dia, bahwa upaya penurunan berat badan bukanlah proses yang singkat namun bersifat jangka panjang. "Tidak bisa instan. Bukankah kegemukan juga hasil dari proses yang lama?," katanya. Usaha penurunan berat badan haruslah bersifat holistik, mulai dari pengaturan pola makan, olahraga, perubahan perilaku, dan obat-obatan, jika diperlukan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau