Central Park Targetkan 1,5 Juta Pengunjung

Kompas.com - 02/12/2010, 13:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Menghadapi musim libur Natal dan akhir tahun, pusat perbelanjaan sibuk menggelar berbagai kegiatan promosi. Di Central Park misal, mengadakan program Now Jakarta the Christmas City sepanjang 27 November-9 Januari.

Zico Rossano Hansakarya, Eksekutif Media and Humas Central Park mengatakan, dengan program ini, mal berharap bisa mengumpulkan 1,5 juta pengunjung. "Jumlah ini tumbuh 50 persen dari jumlah pengunjung di bulan biasa," ujar Zico,

Adapun transaksi yang terkumpul selama bulan ini ditargetkan tumbuh 50 persen. Demi mencapai target ini, program Now Jakarta the Christmas City menawarkan acara shopping marathon pada 17-31 Desember dengan diskon hingga 80 persen.

Dalam program ini, diskon berlangsung pukul 21.00-22.00 WIB pada hari biasa dan 22.00-00.00 WIB khusus tanggal 17-19 Desember. Menurut Zico, acara diskon ini diikuti oleh 170 penyewa yang setara dengan 78 persen okupansi.

Ada pula program beli satu gratis satu, paket diskon makanan dan minuman yang dibundel dengan pembayaran kartu kredit, serta undian Chevrolet Spark. Untuk menambah semarak Natal, Central Park juga memasang pohon Natal setinggi 38 meter (m), Lego Santa Claus setinggi 3,25 m, serta pesta kembang api.

"Natal merupakan puncak tertinggi pengunjung Central Park karena sesuai dengan captive market kami, yakni penduduk apartemen yang banyak merayakan Natal," lanjut Zico. Selain menghisap pengunjung, Central Park juga berharap program promosi ini dapat menciptakan transaksi yang bagus bagi penyewa baru.

Maklum, di penghujung tahun beberapa penyewa mulai beroperasi di Central Park. Penyewa ini antara lain Tokio Kitchen, Levi's, Guess Kids, Stradivarius, dan Bershka. Dengan begitu, tingkat okupansi Central Park bulan ini diharapkan mencapai 90 persen.

Tak cuma Central Park yang sibuk menggelar promosi akhir tahun. Grand Indonesia Shopping Town (GIST) juga sudah mendekorasi mal dengan konsep Natal di negara tropis. Teges Prita Soraya, Manajer Senior Pemasaran dan Komunikasi GIST mengatakan, pengunjung di libur Natal dan akhir tahun bisa dua kali lipat lebih banyak ketimbang bulan biasa. Namun, pengunjung tertinggi GIST tetap terjadi saat liburan sekolah tengah tahun.

"Pengunjung di musim liburan sekolah lebih banyak 10 persen - 15 persen dari libur Natal karena jangka waktu lebih lama hingga dua bulan," terang Teges. Meski begitu, GIST tetap memanfaatkan momen akhir tahun untuk menarik pengunjung. Salah satunya dengan mendatangkan sirkus dari Polinesia. Saat ini GIST juga tengah mengadakan bazzar mainan anak dari Toys Kingdom.

Selain pengunjung dari Jakarta, pengunjung GIST di akhir tahun juga banyak berasal dari luar kota. Karena itu, GIST juga gencar memasang iklan promosi akhir tahun di media daerah. Kekosongan gerai Harvey Nichols pun menurut Teges tak akan menyurutkan animo pengunjung GIST. Dia berharap, peningkatan pengunjung juga berdampak pada peningkatan transaksi selama Desember. (Gloria Haraito/KONTAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau