JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Busyro Muqoddas membantah pertemuan dengan pimpinan KPK lainnya selama sekitar empat jam yang membahas soal Gayus ataupun kasus lainnya.
Pertemuan itu, diakui Busyro, agar dirinya belajar tentang struktur dan mekanisme kerja di internal KPK. Pembelajaran ini perlu karena Busyro merasa dirinya masih blank alias belum tahu apa-apa.
"Tadi bicarakan masalah internal, masalah organisasi, SDM, program-program di dalam, pengenalan-pengenalanlah, kesekjenan, dan lain sebagainya. Buat saya penting aspek organisasi. Saya masih blank. Jadi belum sampai selesai ke kasus," ucap Ketua KPK Busyro, Kamis (2/12/2010) di Gedung KPK, Jakarta.
Terkait kasus Gayus, Busyro mengaku, dirinya memang memantau perkembangan kasus itu, tetapi hanya sebatas analisis di media massa. Ia masih belum bisa mengomentari kasus tersebut karena belum melihat alat-alat buktinya.
"Kasus itu kan harus berdasarkan bukti. Sampai sekarang alat bukti belum saya pahami. Untuk memetakan kasus-kasus harus ada alat bukti, dan saya masih blank," ungkap Busyro lagi.
Sebelumnya, Busyro akan segera bekerja di KPK seusai dilantik. Namun, perihal pelantikannya ini, Busyro masih belum mendapatkan kabar kapan akan dilaksanakan. Adapun Busyro terpilih melalui voting di Rapat Paripurna DPR pada Kamis (25/11/2010).
Ia mengalahkan calon unsur pimpinan KPK lainnya, yakni Bambang Widjojanto. Pada tahap kedua, Busyro yang merupakan mantan Ketua Komisi Yudisial ini kemudian terpilih lagi melalui sistem voting sebagai Ketua KPK mengalahkan empat unsur pimpinan KPK, yakni Bibit Samad Riyanto, Chandra M Hamzah, M Jasin, dan Haryono Umar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang