Penangguhan penahanan

Susno Bersedia Jaminkan Uang

Kompas.com - 02/12/2010, 15:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim penasihat hukum terdakwa Komisaris Jenderal Susno Duadji tidak henti-hentinya memohon kepada majelis hakim agar penahanan kliennya ditangguhkan. Permohonan itu disampaikan secara lisan ataupun lewat surat.

Pada sidang Kamis (2/12/2010) hari ini, kuasa hukum Susno, Henri Yosodiningrat, kembali mengajukan penangguhan ke majelis. Permohonan itu dipicu sikap jaksa penuntut umum (JPU) yang tidak dapat menghadirkan satu saksi pun dari 10 saksi. Akibatnya, sidang ditunda.

"Kami telah ajukan permohonan tertulis meminta pertimbangan menangguhkan penahanan. Permohonan itu hampir kami ajukan kembali setiap sidang," kata Hendri kepada majelis.

Pertimbangan penangguhan kali ini, kata dia, lantaran kondisi kesehatan Susno yang tidak sehat. Hal itu diperkuat adanya surat dari dokter serta pengakuan Susno saat sidang sebelumnya. "Dengan ini dapat dipertimbangkan permohonan," kata Hendri.

"Kami jamin terdakwa tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti. Bila dipandang perlu, kami sanggup setor uang sebagai jaminan. Kami jamin setiap saat, kami akan hadirkan, bahkan dalam keadaan sakit. Misalkan bisa duduk saja akan kami hadirkan," tambah dia.

Menanggapi permohonan itu, Ketua Majelis Hakim Charis Mardiyanto mengatakan akan mempertimbangkannya. "Tapi kami belum bisa jawab saat ini," katanya.

Seperti diberitakan, Susno ditahan di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, sejak 11 Mei 2010. Susno didakwa dua perkara, yakni dugaan korupsi senilai Rp 500 juta terkait perkara ikan arwana saat menjabat Kabareskrim Polri dan dugaan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat saat menjabat sebagai Kepala Polda Jabar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau