Polisi dan Istri Orang Berduaan di Kamar

Kompas.com - 03/12/2010, 05:33 WIB

MUNTOK, KOMPAS.com - Warga Muntok, Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, menggerebek oknum polisi yang sedang berduaan main game bersama istri orang dalam sebuah rumah kontrakan.

Polisi inisial Dy itu berpangkat bripda, sedangkan si perempuan, sebut saja bernama Sri. "Dua orang itu sedang berada dalam kamar. Wanitanya menggunakan hawai pendek sedang main game bersama polisi di rumah kontrakan. Lelaki tersebut langsung kabur dari kamar," kata Ketua RT Dusun 7, Kamron, Kamis (2/12/2010) malam.

Kontrakan tersebut memang sudah diintai oleh warga beberapa waktu. Pria berinisial Dy itu kemudian diketahui sebagai anggota Polres Bangka Barat. Penggrebekan dilakukan karena warga sudah resah keluar masuknya perempuan di kontrakan tersebut.

"Berdasar laporan warga, sudah beberapa kali ada perempuan keluar masuk ke kontrakan itu," kata Kamron.

Ternyata, dalam penggerebekan itu, turut serta ibu mertua Sri yang sedang mencari-cari menantunya itu. Pihak keluarga mendapat informasi Sri sering ke rumah kontrakan polisi.

"Saya juga cari menantu saya. Dia diinformasikan kerap main di situ, padahal ia sudah bersuami anak saya," kata Sawiran.

Situasi pun semakin kisruh saat menantu Sawiran yang berinisial Ly datang ke lokasi. Bahkan sempat cek cok antara pihak keluarga dengan anggota polisi berpangkat Bripda dan perempuan yang digerebek. Tidak terjadi keributan lebih lanjut setelah unit Propam Polres Bangka Barat datang ke lokasi.

Seluruh warga yang terlibat kemudian di bawa ke Mapolres Bangka Barat untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan oleh Kasi Propam Ipda Elpidi di ruang riksa Propam. Sejumlah warga pun diperiksa terkait kejadian itu. (Teddy Malaka)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau