BISHKEK, KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton telah mengadakan pembicaraan mengenai Korea Utara dengan para pejabat Rusia dan China sebelum pertemuan dengan pejabat-pejabat Korea Selatan dan Jepang pekan depan. "Saya telah berbicara dengan sejumlah pejabat berpangkat tinggi China dan Rusia, dan kami akan membicarakan bagaimana kami dapat bekerja sama untuk berupaya menghindari konflik," katanya, Kamis (2/12/2010), dalam kunjungan singkat ke Kirgistan.
Hillary Clinton mengatakan, ia mengadakan pembicaraan sebelum pertemuanya dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan dan Jepang, Senin mendatang, untuk membicarakan serangan Pyongyang terhadap sebuah pulau Korea Selatan di dekat perbatasan laut yang disengketakan pada 23 November. "AS sangat mengkhawatirkan Korea Utara dan kami ingin bekerja dengan negara-negara di dekat wilayah itu," katanya sambil menunjuk China, Rusia, Korea Selatan, dan Jepang.
China, Kamis, mengeluh bahwa negara itu telah dikritik secara tidak adil karena menyerukan pembicaraan untuk mengatasi ketegangan terakhir di Semenanjung Korea menyusul serangan artileri Korea Utara. Washington, Tokyo, dan Seoul telah mencerca usul Beijing untuk mengadakan pembicaraan krisis enam pihak yang juga akan mencakup Moskwa dan Pyongyang. AS, Jepang, dan Korea Selatan malah menjadwalkan pembicaraan tiga pihak dari menteri-menteri luar negeri mereka sendiri di Washington, Senin mendatang.
Ketika berbicara pada kerumunan mahasiswa di Bishkek, Hillary Clinton mengatakan, "Korea Utara telah mengajukan ancaman segera ke kawasan sekitarnya, khususnya ke Korea Selatan dan Jepang, dan ancaman jarak sedang ke China. Korea Utara juga menimbulkam ancaman jarak lebih jauh ke seluruh dunia karena program nuklirnya dan ekspor senjatanya ke seluruh dunia," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang