Bikin macet

Parkir Liar Masih Marak di Jakarta Pusat

Kompas.com - 03/12/2010, 16:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski kerap ditertibkan petugas, parkir liar dengan memanfaatkan bahu jalan masih marak di Jakarta Pusat. Akibatnya, sejumlah jalan yang memang selalu ramai dengan kendaraan menjadi langganan macet karena terhambat praktik parkir liar tersebut.

Di Jakarta Pusat, parkir liar masih terlihat di sepanjang Jalan Teuku Cik Ditiro, Jalan Salemba, Jalan Kramat Raya, Jalan Abdul Muis, Jalan Kebon Sirih, Jalan Gajah Mada, Jalan Bungur Besar Raya, dan sepanjang Jalan Raya Senen.

Banyaknya kendaraan pribadi yang parkir secara sembarangan di sejumlah lokasi itu membuat arus lalu lintas di beberapa titik kerap mengalami kemacetan. Terlebih, jumlah kendaraan yang melintas tidak sedikit.

Kasudin Perhubungan Jakarta Pusat Arifin Hamonangan mengaku rutin melancarkan penertiban pada sejumlah titik rawan parkir liar tersebut. Namun, para pemilik kendaraan banyak yang bandel, ditambah lagi dengan minimnya lahan parkir di beberapa gedung perkantoran di Jakarta Pusat.

"Meski kami sudah tertibkan, keesokan harinya mereka tetap kembali terlihat. Alasannya karena tempat yang mereka kunjungi tidak memiliki lahan parkir sehingga kami juga sulit untuk mengatasinya selain memberikan peringatan atau sanksi gembok," ujarnya, Jumat (3/12/2010).

Arifin menyebutkan, pada November 2010, Sudin Perhubungan Jakarta Pusat beserta aparat kepolisian telah memberikan sanksi kepada 83 kendaraan yang parkir di pinggir jalan, di antaranya 4 kendaraan digembok, 6 kendaraan diderek, dan 73 kendaraan ditilang.

Beberapa titik rawan parkir liar yang paling banyak ditemui, lanjut Arifin, adalah kawasan sekolah atau di depan gedung perkantoran.

"Sejumlah titik yang paling sering ditertibkan yakni di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Jalan Gajah Mada, depan Taman Menteng, serta di kawasan kampus YAI Jalan Salemba dan di sepanjang Jalan Kramat Raya," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau