Bom

Iran Tangkap Tersangka Pembunuh Shahriari

Kompas.com - 03/12/2010, 17:09 WIB

KOMPAS.com - Menteri intelijen Iran mengatakan pihaknya menangkap beberapa orang terkait dengan kasus serangan terhadap dua ilmuwan nuklir Iran yakni Majid Shahriari dan Fereydoon Abbasi di Teheran. Insiden mematikan itu terjadi  Senin (29/11/2010).

Sebagaimana diketahui, Shahriari tewas dalam kejadian itu. Sementara, Abbasi luka parah.

Menteri Intelijen Heidar Moslehi mengatakan aparat keamanan mengindentifikasi beberapa orang dan kemudian menangkap mereka. Namun, Mosleh tidak menjelaskan identitas maupun jumlah tersangka yang ditahan aparat keamanan Iran.

Moslehi, kemudian, sebagaimana warta AP dan AFP pada Jumat (3/12/2010), mengulangi kembali klaim pemerintah bahwa agen-agen rahasia Amerika Serikat, Inggris, dan Israel bertanggung jawab atas kasus yang ia sebut sebagai serangan teroris ini.

Majid Shahriari dan Fereydoon Abbasi, diserang di dua lokasi yang berbeda ketika tengah dalam perjalanan menuju tempat kerja di ibukota Teheran pada Senin pagi.

Beberapa laporan menyebutkan beberapa pengendara sepeda motor mengikuti dua ilmuwan ini, menempelkan bom ke mobil milik ilmuwan tersebut, dan kemudian melarikan diri.

Serangan dan penangkapan ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Iran dijadwalkan memulai kembali perundingan nuklir dengan Jerman dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau