5 Fakta tentang Item Fashion Terpopuler

Kompas.com - 04/12/2010, 10:20 WIB

KOMPAS.com - Perempuan umumnya menyimpan berbagai item fashion yang wajib dimiliki. Namun pernahkah Anda merasa ingin tahu, bagaimana sih sejarah munculnya benda-benda fashion tersebut? Dalam buku Encyclopedia of the Exquisite yang ditulis oleh penulis majalah Vogue, Jessica Kerwin Jenkins, dipaparkan berbagai fakta yang mungkin tak pernah Anda ketahui tentang sekitar 100 hal paling hebat dalam hidup kita. Berikut adalah fakta mengenai lima item fashion yang biasa Anda kenakan.

High heels
Sepatu berhak tinggi pertama kali muncul dalam khasanah fashion pada abad ke-17 di Venezia. Saat itu, sebenarnya kaum perempuan meniru sepatu yang dikenakan para perempuan Turki untuk ke kamar mandi, dan menghiasi sepatu itu dengan kulit, kertas timah yang keperakan, desain yang dipernis, sutera, dan manik-manik. Hak sepatunya mencapai ketinggian lebih dari 30 cm!

Sarung tangan
Sarung tangan yang kerap dikenakan para perempuan di acara-acara resmi aslinya merupakan atribut saat berkebun, pada zaman Yunani dan Romawi. Benda ini lalu menjadi item utama yang digunakan pada abad pertengahan untuk acara pertunangan formal. Pria akan memberikan sarung tangan pada kekasihnya selama ritual ini, dan ketika si perempuan menerima sarung tangan itu, artinya ia menerima pinangannya.

Parfum
Boleh percaya boleh tidak, budget pembelian parfum per tahun (abad 18) untuk Madame du Pompadour, wanita simpanan King Louis XV dari Perancis adalah setengah juta francs (kalau dalam Euro nilainya sekarang sekitar Rp 6 milyar). Yang "genit" juga bukan cuma wanita simpanannya, King Louis sendiri menuntut apartemennya selalu diberi wangi-wangian yang berbeda setiap hari. Kecanduan mereka terhadap parfum membuat Perancis melarang peredaran parfum selama hampir 10 tahun setelah Revolusi Perancis.

Lipstik merah
Lipstik berwarna merah menyala sering dianggap sebagai tindakan yang provokatif, sehingga sempat dilarang digunakan. Dari zaman Romawi hingga Elizabethan, hingga Nazi, lipstik merah dinyatakan sebagai "barang tidak penting yang penting" di Amerika selama Perang Dunia II. Hal ini disebabkan para psikiater mengatakan bahwa warna tersebut mengakibatkan semangat dan keramahan perempuan meningkat, yang langsung dimanfaatkan oleh anggota keluarga yang pria. Sekarang, lipstik merah tetap dianggap sebagai salah satu beauty statement.

Sequin
Kata “sequin” berasal dari bahasa Venezia "zecchino", yang artinya adalah koin yang dirilis pada tahun 1284. Ketika kurs mata uang lenyap, perempuan Venezia akan membordir pakaian mereka dengan koin emas yang sudah usang. Sejak itulah, era bling bling muncul, dan kini sequin tampil dalam berbagai item busana. Dari atasan, shorts, hingga gaun terusan untuk party.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau