Imigran gelap

44 Imigran Ilegal Ditangkap di Indramayu

Kompas.com - 04/12/2010, 14:18 WIB

CIREBON, KOMPAS.com — Sebanyak 44 orang imigran ilegal asal Iran ditangkap di perairan pantai Indramayu, Sabtu (4/12/2010) dini hari. Para imigran gelap itu hendak berlayar ke Australia.

Menurut Kepala Kepolisian Resor Indramayu Ajun Komisaris Besar Rudi Setiawan, para imigran tertangkap ketika hendak naik dari kapal kecil ke kapal besar yang akan mengangkut mereka ke Australia.

Mereka dianggap telah masuk ke wilayah negara Indonesia tanpa izin dan tidak memiliki dokumen resmi yang jelas. Para imigran ilegal itu datang dari Jakarta ke Indramayu dengan jalur darat, lalu akan melanjutkan perjalanannya ke Australia dengan jalur laut.

Hasil penelusuran, mereka tiba di Jakarta menggunakan pesawat yang berangkat dari Malaysia. "Mereka sudah diikuti oleh aparat kepolisian sejak dari Jakarta, dan rencananya memang ditangkap bersama dengan jaringan yang mengatur perjalanan para imigran ilegal," kata Rudi, yang menangkap imigran ilegal asal Iran itu di Dermaga Karangsong, Indramayu.

Dari 44 orang itu, 29 laki-laki dewasa, 6 perempuan dewasa, dan 9 anak-anak dan balita. Semuanya dalam kondisi sehat saat diidentifikasi dan ditampung sementara di Kantor Imigrasi Cirebon. Mereka didata identitas pribadinya, proses perjalanannya dari negara asal hingga tiba di Indonesia, dan alasan kepergiannya.

Kepala Kantor Imigrasi Cirebon LK Irademor Greg menjelaskan, setelah didata, para imigran ilegal itu akan dibawa dan ditampung di rumah detensi imigrasi yang ada di Jakarta. Pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan pendataan bisa selesai karena terkendala bahasa. Hanya sebagian kecil imigran yang bisa berbahasa Inggris.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau