Pemilik Ditahan, PT Philia Jalan Terus

Kompas.com - 04/12/2010, 16:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun Heri Sapto Prabowo (41), pemilik kantor EMKL PT Philia Mandiri Sejahtera ditahan polisi, aktivitas kantor PT. Philia Mandiri Sejahtera yang bergerak dalam bidang penyewaan alat berat itu tetap beroperasi. 

"Meski bos ditahan, kami jalan terus. Tidak mempengaruhi kerja perusahaan, karena sudah diatur oleh sistem," kata salah seorang karyawan PT Philia Mandiri Sejahtera yang enggan menyebutkan namanya kepada Kompas.com di depan kantor di Jalan Walang Permai, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (4/12/2010). 

Karyawan ini mengatakan, untuk sementara koordinasi kerja perusahaan dioperasikan di lapangan. "Kalau di sini kantor pusatnya, tapi kerjanya kami kan di pelabuhan. Jadi dikoordinasikan di pelabuhan," ujarnya. 

Karyawan PT Philia ini mengaku tidak tahu tempatnya bekerja menyimpan bahan peledak TNT yang memiliki daya ledak tinggi. "Saya baru tahu ada peledak, ya setelah sampai kantor ternyata digrebek polisi," katanya. 

Kantor EMKL PT Philia Sejahtera Mandiri ini, menurut karyawan tersebut, mempekerjakan sekitar 400 orang di lapangan, dan sekitar 20 orang pada bagian manajemen. "Kalau premi (pengambilan gaji), 400 karyawan datang kemari untuk antri gaji," ujarnya. 

Meski tak mempengaruhi kinerja dan operasional, karyawan ini berharap agar masalah perusahaan cepat selesai. "Sedih juga melihat kantor disegel begini. Doanya saja agar cepat selesai, dan kami bisa bekerja dengan nyaman lagi," katanya. 

Dari pantauan Kompas.com, kantor di Jalan Walang Permai itu tampak sepi. Kantor yang didominasi warna biru dan putih ini sudah dipasangi garis segel dari polisi. Kebanyakan dari mereka tak menyangka kantor tersebut menyimpan bahan peledak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau