JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun Heri Sapto Prabowo (41), pemilik kantor EMKL PT Philia Mandiri Sejahtera ditahan polisi, aktivitas kantor PT. Philia Mandiri Sejahtera yang bergerak dalam bidang penyewaan alat berat itu tetap beroperasi.
"Meski bos ditahan, kami jalan terus. Tidak mempengaruhi kerja perusahaan, karena sudah diatur oleh sistem," kata salah seorang karyawan PT Philia Mandiri Sejahtera yang enggan menyebutkan namanya kepada Kompas.com di depan kantor di Jalan Walang Permai, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (4/12/2010).
Karyawan ini mengatakan, untuk sementara koordinasi kerja perusahaan dioperasikan di lapangan. "Kalau di sini kantor pusatnya, tapi kerjanya kami kan di pelabuhan. Jadi dikoordinasikan di pelabuhan," ujarnya.
Karyawan PT Philia ini mengaku tidak tahu tempatnya bekerja menyimpan bahan peledak TNT yang memiliki daya ledak tinggi. "Saya baru tahu ada peledak, ya setelah sampai kantor ternyata digrebek polisi," katanya.
Kantor EMKL PT Philia Sejahtera Mandiri ini, menurut karyawan tersebut, mempekerjakan sekitar 400 orang di lapangan, dan sekitar 20 orang pada bagian manajemen. "Kalau premi (pengambilan gaji), 400 karyawan datang kemari untuk antri gaji," ujarnya.
Meski tak mempengaruhi kinerja dan operasional, karyawan ini berharap agar masalah perusahaan cepat selesai. "Sedih juga melihat kantor disegel begini. Doanya saja agar cepat selesai, dan kami bisa bekerja dengan nyaman lagi," katanya.
Dari pantauan Kompas.com, kantor di Jalan Walang Permai itu tampak sepi. Kantor yang didominasi warna biru dan putih ini sudah dipasangi garis segel dari polisi. Kebanyakan dari mereka tak menyangka kantor tersebut menyimpan bahan peledak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang