Air minum

Berharap pada Bendungan Karian

Kompas.com - 04/12/2010, 20:29 WIB

KOMPAS.com – Belum lagi Bendungan Karian terlihat wujudnya, optimisme sudah nampak di kalangan Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Banten. Setidaknya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Perpamsi Banten Subekti mengemukakan hal itu kemarin. “Kami akan mengoptimalisasikan sumber air dari situ,” katanya.

Menurut catatan Subekti,  ke depan kebutuhan air di wilayah pelayanan Perpamsi Banten makin meningkat mencapai 16.000 liter per detik. Sementara itu, potensi air baku, sampai sekarang, tercatat mencapai 11.000 liter per detik. Dari jumlah itu, baru tergarap 7.750 liter per detik.

Makanya, kemudian, Bendungan Karian merupakan andalan yang bisa menjawab kebutuhan air bagi kawasan dimaksud pada masa mendatang.

Menurut catatan, Bendungan Karian terhitung sebagai megaproyek di Provinsi Banten. Lokasi bendungan berada di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak.  Bakal ada realisasi pembebasan 1.740 hektare tanah untuk proyek itu.  Sementara, realisasi pembangunan bendungan pada 2012.

Pembangunan bendungan ini akan membebaskan lahan di Desa Sukarame, Sukajaya, Sajira, Sajira Mekar, Tambak, Pajagan, Pasir Tanjung, Mekarsari, Sindangsari, Calung Bungur, dan Sindang Mulya. Desa-desa tersebut berada di Kecamatan Sajira, Muncang, Cimarga dan Rangkasbitung. Sementara, ada 3.106 kepala keluarga yang bakal dipindahkan lantaran pembangunan tersebut. Adapun total anggaran pembangunan mencapai Rp 3 triliun.

Regionalisasi

Sementara itu, Subekti menambahkan pihaknya juga akan mewujudkan sistem pengelolaan berikut distribusi air minum secara regional. Cara ini akan mampu menekan biaya operasi sekaligus mampu meningkatkan pendapatan perusahaan, menurut Subekti.

Regionalisasi lanjut Subekti akan mampu menyatukan pengelolaan air minum yang selama ini masih terpecah-pecah. Kenyataan menunjukkan, pengelolaan air minum di Tanah Air kebanyakan berangkat dari pengelolaan air baku, air bersih, distribusi hingga sanitasi yang berjalan sendiri-sendiri. Akibatnya, permintaan apalagi suplai tak pernah seimbang.

Regionalisasi juga dipercaya mampu menjadi daya tarik untuk penambahan jumlah pelanggan air bersih. Cara itu akan mampu menaikkan jumlah pelanggan yang kini hanya 18.000 atau 11 persen dari jumlah masyarakat yang masih memerlukan pelayanan air bersih.

Perpamsi Banten beranggotakan 23 perusahaan air minum. Dari jumlah itu, 7 di antaranya adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Sementara, sisanya adalah mitra kerja swasta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau