Piala aff

Malaysia Jaga Peluang ke Semifinal

Kompas.com - 05/12/2010, 03:01 WIB

Jakarta, Kompas - Malaysia menjaga peluang lolos ke babak semifinal Piala Suzuki AFF setelah pada laga kedua penyisihan Grup A menahan imbang Thailand 0-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (4/12). Malaysia, yang masih berada di posisi ketiga klasemen, bakal lolos jika pada laga terakhir 7 Desember berhasil mengalahkan Laos, sementara Thailand gagal menjinakkan Indonesia.

Pelatih Malaysia Rajagobal Krishnasamy menyatakan percaya timnya masih bisa lolos ke semifinal. ”Kami yakin menang melawan Laos,” katanya.

Rajagobal mengakui, pertandingan melawan Thailand sangat sulit karena lawan bermain lebih baik. Namun, ia puas karena kali ini pertahanan timnya tidak lagi membuat kesalahan fatal seperti pada laga pertama saat mereka dilibas Indonesia, 1-5.

”Thailand adalah tim yang lebih baik pada pertandingan tadi. Pada babak pertama, saya mengira Thailand akan mencetak gol. Namun, pada babak kedua kami bermain lebih berani dan seharusnya bisa mencetak gol lebih dulu. Pertahanan kami kali ini juga bermain lebih baik,” ujar Rajagobal.

Pelatih Thailand Bryan Robson tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya karena timnya gagal memanfaatkan banyak peluang yang tercipta. ”Kami mendominasi permainan, menciptakan banyak peluang, tetapi menyia-nyiakannya,” ucap mantan pemain Manchester United yang juga menyalahkan wasit karena tidak memberikan penalti kepada timnya saat sejumlah pemainnya diganjal di area penalti.

Kegagalan memetik poin penuh melawan Malaysia membuat nasib Thailand bakal ditentukan pada laga terakhir melawan tuan rumah Indonesia. ”Untuk lolos ke semifinal, kami harus melakukan dengan cara yang sulit, mengalahkan Indonesia, meski hal tersebut sangat sulit,” ungkapnya.

Frustrasi

Menerapkan skema 4-4-2, Thailand coba menekan sejak kick off dan memaksa Malaysia bertahan dan hanya sesekali melakukan serangan balik. Mereka banyak menekan dari sayap, terutama dari sisi kanan. Bek kanan Thailand, Suree Sukha, kerap membantu serangan dan mengirim umpan-umpan silang ke mulut gawang Malaysia.

Peluang pertama Thailand didapat pada menit kelima lewat tendangan Teerasil Dangda. Akan tetapi, tendangannya melebar tipis di samping kanan gawang Khairul Fahmi bin Che Mat. Beberapa saat kemudian, Dangda kembali mendapat peluang, kali ini sundulannya terlalu lemah hingga dengan mudah diantisipasi kiper Khairul. Giliran Datsakorn Tonglao yang mendapatkan peluang pada menit ke-26. Kali ini melalui tendangan jarak jauh yang sayangnya masih berhasil diblok dengan sempurna oleh penjaga gawang Malaysia.

Menyadari timnya tak mampu keluar dari tekanan, Rajagobal melakukan perubahan strategi tujuh menit sebelum babak pertama berakhir. Ia menarik keluar Mohd Amirulhadi bin Zainal, digantikan Mohd Khyril Muhymeen bin Zambri yang ditugaskan bermain di sayap kiri. Strategi itu untuk memperkuat sisi kiri Malaysia yang kerap jebol oleh serangan bek kanan Thailand, Suree Sukha.

Malaysia mulai berani menyerang memasuki pertengahan babak kedua. Dengan lebih banyak berusaha keluar dari tekanan, mereka pun mendapatkan sejumlah peluang, di antaranya melalui Safiq dan striker Norshahrul Idlan bin Talaha.

Selalu gagal menembus pertahanan Malaysia membuat para pemain Thailand frustrasi. Mereka mulai tidak sabar untuk membongkar pertahanan lawan dan mencoba peruntungan dengan mengandalkan tendangan dari jarak jauh. (SAM/RAY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau