Palembang Tunggu Hak Paten Motif Songket

Kompas.com - 05/12/2010, 12:45 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com--Pemerintah Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, masih menunggu hak paten atas usulan 49 motif songket yang mereka daftarkan pada 9 November 2004 ke Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia.

"Sampai kini kami masih menunggu keputusan Menteri Hukum dan HAM mematenkan 49 motif songket dari yang mereka usulkan 71 motif," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Palembang, Hatta Wazol di Palembang, Sabtu.

Menurut dia, usulan hak cipta motif songket tersebut didaftarkan sejak Tahun 2004. Namun sampai saat ini baru 22 motif songket yang diterbitkan hak patennya, tambah dia.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengusulkan kembali 49 motif songket yang belum mendapatkan paten tersebut.

Mendaftarkan hak cipta dan kekayaan intelektual pengrajin songket Palembang tersebut merupakan salah satu upaya melestarikan dan memberikan perlindungan hukum serta penghargaan atas kreativitas pengrajin yang telah bertahan turun temurun, katanya.

Dia menjelaskan, pendataan ulang terhadap 49 motif songket tersebut telah mereka lakukan.

Motif songket yang telah dikreasikan pengrajin tersebut merupakan aset atau kekayaan daerah sehingga wajib diberi perlindungan, ujarnya.

Hatta menambahkan, sebanyak 22 motif songket yang telah dipatenkan tersebut diantaranya lepus pulir tigo negeri, limar berantai, limar mawar jepang berantai, bungo intan dan limar kandang (jando beraes).

Sementara bungo pacik, dua warna bunga kayu apui, lepus bintang berakam, tabur limar bintang gajah mada, jupri dan bungo bakung merupakan sejumlah motif yang kembali diusulkan karena termasuk 49 motif songket yang belum terbit patennya, tambah dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau