Ruu keistimewaan diy

Adik Sultan Berniat Mundur dari Demokrat

Kompas.com - 05/12/2010, 18:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Adik Sri Sultan Hamengkubuwono X, Prabukusumo menyatakan niatnya mundur sebagai kader Partai Demokrat (PD). Prabu yang kini masih menjabat sebagai Ketua DPD PD Yogyakarta menyatakan niatnya akan direalisasikan bila pemerintah benar-benar mengajukan draf RUU Keistimewaan Yogyakarta ke DPR.

"Saya baru akan putuskan setelah draf itu (Keistimewaan Yogyakarta) benar-benar diserahkan ke DPR. Sama saja, ini menyakiti hati rakyat Yogya," kata Prabukusumo, Minggu (5/12/2010).

Menyakiti rakyat Yogyakarta yang dimaksudkan Prabukusumo adalah, bila dalam draf itu dicantumkan pemilihan gubernur Yogyakarta dipilih secara langsung. Rancangan ini, kata Prabu, tak sejalan dengan keinginan rakyat Yogyakata.

"Yang jelas, sampai saat ini saya belum tahu isi drafnya seperti apa. Jadi, saya ndak bisa berkomentar lebih jauh. Namun, kalau berbeda dengan keinginan rakyat, maka pasti. Tunggu saja," kata Prabu lagi.

Seperti diberitakan, posisi Sultan Keraton Yogyakarta dan Paku Alam menjadi polemik dalam pembahasan RUU Keistimewaan Yogyakarta. Pemerintah, dalam draf RUU tersebut  mengusulkan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta selaku kepala pemerintahan provinsi dipilih secara demokratis. Sementara, sebagian kalangan menginginkan Gubernur DIY tetap dipegang pemimpin Keraton dan ditetapkan secara otomatis

Dalam draf RUU itu, Sultan Hamengku Buwono (HB) dan Sri Paduka Paku Alam (PA) diposisikan sebagai pemimpin tertinggi. Usulan itu sudah selesai dituangkan dalam draf RUU Keistimewaan DIY dan siap diajukan ke DPR.

Pandangan pemerintah adalah hasil sidang kabinet paripurna yang khusus membahas dan memfinalisasi RUU Keistimewaan DIY di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (2/12/2010). (Yat)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau