Rel KA di Jember Tertimbun Longsor 50 Cm

Kompas.com - 05/12/2010, 22:50 WIB

JEMBER, KOMPAS.com - Perjalanan kereta api Pandanwangi jurusan Jember-Banyuwangi tertahan di Stasiun Garahan akibat tanah longsor yang menimbun rel KA di KM 22+2/3 di Desa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (5/12/2010) malam.

"Petugas masih melakukan pembersihan di jalur KA yang tertimbun longsor, sehingga KA Pandanwangi harus menunggu di Stasiun Garahan," kata Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi (Daop) IX Jember, Burhani Sulton.

Tanah longsor pada hari ini terjadi sebanyak dua kali di perbatasan Stasiun Garahan-Stasiun Mrawan, longsor pertama berada di KM 25+1/2 sekitar pukul 16.08 WIB dan longsor kedua di KM 22+2/3 sekitar pukul 17.30 WIB.

Ia mengemukakan, timbunan tanah longsor di jalur KM 22+2/3 sepanjang 30 meter dengan ketebalan tanah longsor setinggi 50 sentimeter membuat petugas harus bekerja ekstra untuk membersihkan tanah longsor tersebut.

"Petugas segera membersihkan jalur KA yang tertimbun longsor dengan cepat, supaya sejumlah rangkaian KA yang menuju ke Banyuwangi dapat melintasi rel KA dengan ekstra hati-hati," tuturnya.

Ia menjelaskan, KA Pandanwangi jurusan Jember-Banyuwangi berangkat dari Stasiun Jember sekitar pukul 15.10 WIB, namun tertahan di Stasiun Garahan selama beberapa jam karena longsor di Desa Garahan.

"Tertahannya KA Pandanwangi di Stasiun Garahan berdampak pada keterlambatan kedatangan penumpang di sejumlah stasiun tujuan menuju Kabupaten Banyuwangi," katanya.

Jumlah penumpang KA Pandanwangi dari Stasiun Jember sebanyak 399 penumpang, namun sebagian penumpang sudah turun di Stasiun Ledokombo, sebelum KA tertahan di Stasiun Garahan.

"Kami memprediksi jumlah penumpang KA Pandanwangi yang tertahan di Stasiun Garahan sebanyak 350 orang karena sebagian penumpang sudah turun di stasiun sebelum Garahan," paparnya.

Daop IX Jember, lanjut dia, meminta maaf kepada penumpang KA Pandanwangi karena perjalanan terganggu akibat tanah longsor menimbun rel KA.

"Saya berharap penumpang KA Pandanwangi tetap bersabar hingga proses pembersihan jalur KA dari longsor selesai," katanya.

Setelah KA Pandanwangi, kata dia, rangkaian KA Tawangalun jurusan Malang-Banyuwangi juga melewati jalur tertimbun longsor tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau