Dampak erupsi merapi

Magelang-Yogyakarta Terputus Sekitar Tiga Jam

Kompas.com - 06/12/2010, 03:03 WIB

Magelang, Kompas - Material lahar dingin dari Kali Putih meluber hingga ke Jalan Raya Magelang-Yogyakarta, tepatnya di salah satu jembatan di Dusun Gempol, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (5/12) pukul 12.00. Jalan tersebut terpaksa ditutup sepanjang 1 kilometer. Dampaknya, arus lalu lintas, baik dari arah Yogyakarta maupun arah Magelang, macet selama lebih dari lima jam.

Dari Magelang, kemacetan terjadi mulai dari Dusun Jumbleng, Kecamatan Muntilan, hingga Dusun Gempol, sepanjang 3 kilometer. Sementara dari arah Yogyakarta, kemacetan terjadi mulai dari jembatan Dusun Gempol hingga Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, sepanjang 5 kilometer. Kecepatan kendaraan hanya sekitar 20 kilometer per jam.

Ketebalan material yang meluber ke jalan itu mencapai 50 sentimeter dan menutupi jalan sepanjang 35 meter di jembatan dan sekitarnya. Pukul 12.30, dari arah Magelang, jalan ditutup mulai dari jarak 1,5 kilometer dari jembatan di Dusun Gempol.

Dari arah Magelang, pengguna jalan yang ingin ke Yogyakarta diarahkan melalui Wates, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Sementara arus kendaraan dari Yogyakarta menuju Magelang diarahkan melewati Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.

Pejabat Pembuat Komitmen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Jawa Tengah, Budi Sudirman, mengatakan, luberan material terjadi karena jembatan desa, yang posisinya sebelum jembatan Dusun Gempol, tertimbun material.

Setelah material dibersihkan dan didorong ke tepi jalan, pukul 15.15 jalan dibuka untuk kendaraan roda dua. Lima belas menit kemudian, pukul 15.30, jalan dibuka untuk kendaraan roda empat.

Kepala Desa Jumoyo, Sungkono, mengatakan, dengan adanya banjir lahar dingin tersebut, sebanyak 360 warga Dusun Gempol mengungsi ke Balai Desa Jumoyo karena ketakutan. Pengungsi diperkirakan terus bertambah dari Dusun Seloiring.

Lahar dingin juga telah merendam empat rumah di Dusun Sirahan, Desa Sirahan, Kecamatan Salam, setinggi 0,5 meter. Rumah ini lama ditinggalkan penghuninya mengungsi ke rumah kerabat setelah seminggu sebelumnya dilanda banjir.

Di tengah turunnya lahar dingin kemarin, Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X mengajak semua warga DIY bangkit dari keterpurukan akibat letusan Gunung Merapi. (EGI/IRE/RWN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau