Magelang, Kompas
Dari Magelang, kemacetan terjadi mulai dari Dusun Jumbleng, Kecamatan Muntilan, hingga Dusun Gempol, sepanjang 3 kilometer. Sementara dari arah Yogyakarta, kemacetan terjadi mulai dari jembatan Dusun Gempol hingga Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, sepanjang 5 kilometer. Kecepatan kendaraan hanya sekitar 20 kilometer per jam.
Ketebalan material yang meluber ke jalan itu mencapai 50 sentimeter dan menutupi jalan sepanjang 35 meter di jembatan dan sekitarnya. Pukul 12.30, dari arah Magelang, jalan ditutup mulai dari jarak 1,5 kilometer dari jembatan di Dusun Gempol.
Dari arah Magelang, pengguna jalan yang ingin ke Yogyakarta diarahkan melalui Wates, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Sementara arus kendaraan dari Yogyakarta menuju Magelang diarahkan melewati Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.
Pejabat Pembuat Komitmen Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Jawa Tengah, Budi Sudirman, mengatakan, luberan material terjadi karena jembatan desa, yang posisinya sebelum jembatan Dusun Gempol, tertimbun material.
Setelah material dibersihkan dan didorong ke tepi jalan, pukul 15.15 jalan dibuka untuk kendaraan roda dua. Lima belas menit kemudian, pukul 15.30, jalan dibuka untuk kendaraan roda empat.
Kepala Desa Jumoyo, Sungkono, mengatakan, dengan adanya banjir lahar dingin tersebut, sebanyak 360 warga Dusun Gempol mengungsi ke Balai Desa Jumoyo karena ketakutan. Pengungsi diperkirakan terus bertambah dari Dusun Seloiring.
Lahar dingin juga telah merendam empat rumah di Dusun Sirahan, Desa Sirahan, Kecamatan Salam, setinggi 0,5 meter. Rumah ini lama ditinggalkan penghuninya mengungsi ke rumah kerabat setelah seminggu sebelumnya dilanda banjir.
Di tengah turunnya lahar dingin kemarin, Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X mengajak semua warga DIY bangkit dari keterpurukan akibat letusan Gunung Merapi.